2. Latensi Lebih Rendah.
Latensi adalah waktu yang dibutuhkan data untuk berpindah dari perangkat ke server dan kembali lagi.
Pada jaringan 4G, latensi biasanya berada di kisaran 30–50 milidetik. Sedangkan 5G mampu menurunkannya hingga di bawah 10 milidetik.
Latensi rendah sangat penting untuk:
○ Gaming online kompetitif.
○ Video conference.
○ Kendaraan tanpa pengemudi.
○ Operasi medis jarak jauh.
3. Kapasitas Jaringan.
Saat berada di lokasi ramai seperti stadion atau konser, pengguna 4G sering mengalami penurunan kecepatan karena banyak perangkat terhubung secara bersamaan.
Jaringan 5G dirancang untuk menangani jumlah perangkat yang jauh lebih banyak tanpa mengurangi kualitas koneksi.
Hal ini menjadi fondasi penting bagi perkembangan perangkat pintar dan Internet of Things (IoT).
4. Efisiensi Energi.
Teknologi 5G memiliki sistem pengelolaan energi yang lebih canggih dibandingkan 4G.
Perangkat dan jaringan dapat mengoptimalkan penggunaan daya sehingga lebih efisien dalam jangka panjang, terutama untuk perangkat IoT yang harus aktif selama 24 jam.
5. Kualitas Streaming dan Multimedia.
Jaringan 4G sudah cukup baik untuk streaming video Full HD.
Namun, 5G memungkinkan streaming video berkualitas 4K bahkan 8K dengan lebih lancar dan minim buffering.
Selain itu, teknologi Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) dapat berjalan lebih optimal berkat kecepatan dan latensi yang lebih baik.
6. Infrastruktur yang Digunakan.
Jaringan 5G membutuhkan infrastruktur yang lebih modern dibandingkan 4G.
Operator telekomunikasi perlu membangun menara tambahan, perangkat jaringan baru, dan teknologi pemancar yang lebih canggih untuk memastikan cakupan jaringan 5G tetap optimal.
Karena itu, penyebaran 5G umumnya dilakukan secara bertahap.





Lappung Media Network