Yakni membangun kekuatan ekonomi masyarakat berbasis pertanian dan wilayah pedesaan yang seimbang dengan wilayah perkotaan.
Melalui berbagai program seperti Kartu Petani Berjaya, Smart Village atau Desa Cerdas berbasis digital dan lain-lain.
“Di Provinsi Lampung sudah tidak ada lagi desa berstatus sangat tertinggal, sebagian besar sudah berkembang maju bahkan mandiri,” tegas Arinal.
Selaras dengan upaya mendorong perekonomian desa, menurut Arinal tentunya diperlukan ekosistem keuangan inklusi di wilayah pedesaan.
Hal ini dikarenakan masyarakat desa memerlukan suatu pemahaman tentang sistem keuangan baik dari segi pengelolaan, permodalan atau pengembangan usaha.
Dengan diresmikannya 3 desa inklusi keuangan hari ini, tercatat sudah 16 desa inklusi keuangan yang tersebar di 4 Kabupaten di Provinsi Lampung,
“Saya berharap kita dapat terus mengembangkan program ini di desa-desa yang lain di Lampung, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, Gubernur juga mengungkapkan, kerja keras Pemerintah Provinsi Lampung dan berbagai pihak, pada tahun 2022.
Pemerintah Provinsi Lampung pada Agustus tahun 2023 menerima penghargaan pemerintah dengan strategi terbaik dalam pencapaian penyaluran KUR Tahun 2022.
Yang diberikan oleh Kementerian koordinator bidang perekonomian Republik Indonesia.
Pemprov Lampung juga memperoleh penghargaan Lencana Abdi Ekonomi Desa dari Kementerian Desa.
Sebagai tanda komitmen dan kerja keras dalam membina inovasi pelayanan BUMDes melalui Elektronik Samsat Desa.





Lappung Media Network