Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Ekonomi » Badai Geopolitik Global: Nasib Perdagangan Indonesia di Antara 2 Raksasa

    Badai Geopolitik Global: Nasib Perdagangan Indonesia di Antara 2 Raksasa

    by Irzon Dwi Darma
    05/01/2026
    in Ekonomi
    Badai Geopolitik Global: Nasib Perdagangan Indonesia di Antara 2 Raksasa

    Ilustrasi-Navigasi perdagangan Indonesia di tengah badai geopolitik global antara AS dan Tiongkok. Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, mengingatkan pentingnya diversifikasi pasar ekspor untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Foto: Arsip Lappung/I

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Eskalasi dinamika geopolitik global yang kian memanas, mulai dari isu ketegangan Amerika Serikat (AS)-Venezuela hingga potensi konflik militer di Selat Taiwan, menjadi alarm serius bagi perekonomian nasional.

    Eksponen 98, Mahendra Utama, memperingatkan bahwa posisi perdagangan Indonesia kini berada di titik rentan di antara perseteruan 2 raksasa ekonomi dunia.

    Baca juga : Diplomasi “Seribu Kawan”: Menakar Langkah Catur Global Presiden Prabowo

    Mahendra menyoroti bahwa ketidakpastian ini bukan sekadar isu militer, melainkan perang pengaruh ekonomi yang dampaknya bisa mengguncang fundamental ekspor Indonesia.

    “Dunia sedang menahan napas. Belum usai dampak invasi Rusia, kini muncul potensi gesekan baru.

    “Pertanyaan krusialnya, ke mana arah perdagangan kita jika mitra strategis seperti AS dan Tiongkok benar-benar beradu kekuatan,” ujar Mahendra dalam keterangannya, Senin, 5 Januari 2026.

    Menurutnya, realisme politik tidak bisa diabaikan. Negara-negara besar bertindak demi kepentingan kekuasaan mereka, namun dampaknya akan langsung terasa hingga ke sektor riil di tanah air.

    Kelumpuhan Manufaktur

    Mahendra membeberkan fakta bahwa AS dan Tiongkok adalah 2 pilar utama penyangga ekspor Indonesia.

    Tiongkok menyerap lebih dari 20 persen komoditas andalan seperti nikel, batu bara, dan minyak nabati.

    Sementara AS merupakan pasar utama bagi produk manufaktur, tekstil, dan alas kaki.

    Namun, ia memberikan catatan khusus pada potensi konflik di Selat Taiwan. Taiwan, sebagai jantung semikonduktor dunia, memegang kunci rantai pasok global.

    “Gejolak Venezuela mungkin dampaknya terbatas pada pasar minyak. Tapi jika Selat Taiwan memanas dan rantai pasok semikonduktor putus, industri otomotif dan elektronik kita bisa lumpuh.

    “Bayangkan pabrik-pabrik di Jawa Barat dan Banten berhenti beroperasi karena kehabisan stok chip,” tegasnya.

    Baca juga : Menuju Raksasa Agraria Global: Strategi Danantara Memacu BUMN Perkebunan

    Diversifikasi atau Mati

    Menanggapi target pemerintah yang menetapkan nilai ekspor 2026 mencapai US$315 miliar serta pernyataan Menteri Perdagangan Budi Santoso mengenai pentingnya daya saing, Mahendra menilai target angka saja tidak cukup tanpa langkah taktis.

    Ia menekankan 3 strategi konkret yang harus segera diambil oleh pelaku usaha dan pemerintah daerah agar tidak terjebak dalam badai ini.

    “Pertama, diversifikasi pasar non-tradisional adalah harga mati. Jangan taruh semua telur dalam satu keranjang.

    “Kita harus mulai agresif melirik pasar Asia Tengah, Afrika, dan Amerika Latin yang relatif jauh dari zona konflik,” jelas Mahendra.

    Kedua, ia mendorong efisiensi rantai pasok dengan mengurangi ketergantungan bahan baku dari negara berkonflik.

    Penguatan supplier lokal atau mencari alternatif dari negara netral menjadi opsi yang wajib dipertimbangkan.

    Terakhir, Mahendra mendesak pemerintah daerah untuk lebih aktif memfasilitasi UMKM agar bisa memanfaatkan perjanjian dagang bilateral yang sudah diteken pemerintah pusat.

    “Krisis adalah peluang bagi yang siap. Indonesia tidak boleh terjebak dalam dikotomi blok kekuatan.

    “Kita harus lincah seperti Vietnam dan Singapura dalam menavigasi persaingan ini. Ini bukan saatnya menunggu, tapi bertindak cepat untuk adaptasi,” pungkasnya.

    Baca juga : Strategi Prabowo Atasi Pengangguran: Terobosan Nyata di Tengah Tantangan Global

    Tags: #DiversifikasiEkspor#GeopolitikEkonomiGlobal#MahendraUtama#PerdaganganIndonesia2026
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Rekap Nataru 2026: Kenaikan Arus Kendaraan Capai 2 Digit di Lintas Merak-Bakauheni

    Next Post

    Prioritas 2026, Pemprov Lampung Kebut Perbaikan Jalan di Pusat Aktivitas Warga

    Related Posts

    Ekonomi

    Apa Saja Tipe SPBU Pertamina (Lembaga Penyalur BBM)?

    29/04/2026
    Ekonomi

    Siapa Saja 17 Bos BPI Danantara, Inilah Daftar Lengkapnya

    28/04/2026
    Ekonomi

    Siapa Saja 16 Bos Subholding Downstream Pertamina?

    27/04/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Ulasan Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini: Fondasi Membentuk Generasi Cerdas dan Mandiri

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Inilah 6 Perbedaan BPJS dan Asuransi Swasta yang Wajib Anda Tahu!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 5 Cara Menghilangkan Bau Mulut Permanen: Solusi Tepat dan Tepercaya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengenal Keris sebagai Warisan Budaya Nusantara: Nilai Sejarah, Seni dan Filosofi yang Sarat Makna

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 10 Oleh-Oleh Khas Lampung yang Wajib Dibeli: Murah dan Tahan Lama!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Brimob Polda Lampung Gelar Apel Pasukan Siaga Bencana Alam

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version