Lappung – Periode angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026 di lintasan penyeberangan tersibuk Indonesia, Bakauheni-Merak, resmi berakhir dengan catatan positif.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melaporkan adanya lonjakan trafik yang signifikan, di mana pertumbuhan volume kendaraan yang melintas menembus angka 2 digit.
Baca juga : Akses Ciwandan Tergenang, ASDP Alihkan Logistik dan Motor ke Merak
Direktur Keuangan ASDP, Bunga Herlina Oktavia, dalam konferensi pers penutupan posko di Pelabuhan ASDP Bakauheni, Minggu, 4 Januari 2026, membeberkan data pergerakan tersebut.
Secara nasional, total kendaraan yang melintas naik 10,9 persen dengan jumlah mencapai 45.855 unit pada pembaruan data H+8.
“Kenaikan ini didominasi oleh kendaraan pribadi dan angkutan massal. Roda empat tercatat naik 12,2 persen menjadi 19.295 unit, sementara bus mengalami lonjakan 15,9 persen.
“Secara total, penumpang nasional pun tumbuh 5,1 persen,” ujar Bunga yang didampingi General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, dan Senior General Manager (SGM), Zulfidon.
Hanya segmen truk logistik yang terpantau sedikit menurun, hal ini dikarenakan adanya kebijakan pembatasan operasional demi memprioritaskan kelancaran arus penumpang dan kendaraan pribadi selama masa libur panjang.
Sorotan khusus tertuju pada arus balik dari Sumatera menuju Jawa via Bakauheni.
Data posko 24 jam pada 3 Januari 2026 menunjukkan lonjakan drastis pada pengguna roda dua.
Tercatat 2.188 unit sepeda motor menyeberang ke Jawa, angka ini melonjak 41,1 persen dibandingkan periode biasanya.
Secara kumulatif, sejak H-10 (15 Desember 2025) hingga H+9 (3 Januari 2026), ASDP Bakauheni telah menyeberangkan total 647.898 orang dan 157.257 unit kendaraan.
“Meskipun angka trafik naik cukup tajam, pelaksanaan di lapangan, khususnya lintasan Bakauheni-Merak, berjalan aman dan sangat lancar.
“Ini berkat sinergi solid antara ASDP dengan TNI, Polri, BPTD, dan seluruh stakeholder,” tegas Bunga.
Baca juga : ASDP Ubah Pelabuhan Jadi Ruang Temu Budaya Lewat BHC Harbour Fest
Bunga juga menyoroti perubahan pola perjalanan masyarakat tahun ini.
Menurutnya, fluktuasi arus penumpang dipengaruhi oleh kedekatan jarak antara libur Nataru dengan bulan Ramadan dan Lebaran mendatang, serta momen liburan sekolah.
“Rata-rata masyarakat berhitung, mereka cenderung menahan diri untuk tidak melakukan perjalanan jarak jauh dua kali (saat Nataru dan Lebaran) dalam waktu dekat.
“Selain itu, faktor cuaca ekstrem juga menjadi pertimbangan pengguna jasa untuk bepergian,” jelasnya.
Sementara itu, Senior General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Zulfidon, memastikan bahwa berakhirnya posko Nataru bukan berarti pelayanan kendor.
Pihaknya tetap menyiagakan personel 24 jam penuh.
“Pengaturan antrean, optimalisasi dermaga, dan kesiapan kapal tetap kami kawal intensif.
“Ke depan, evaluasi sistem manajemen lalu lintas dan digitalisasi layanan akan terus kami perkuat untuk menghadapi angkutan Lebaran,” pungkas Zulfidon.
Baca juga : ASDP Kerahkan KMP Jatra II, Angkut 7 Excavator dan 50 Ton Logistik ke Sibolga
