Lappung – Bahlil antara Jokowi dan Airlangga, di tengah kenaikan target investasi.
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia memunculkan perdebatan mengenai target investasi yang ditetapkan untuk tahun 2024.
Baca juga : UU Ciptaker Dongkrak Nilai Investasi Sepanjang Tahun 2022
Target investasi tersebut sebesar Rp1.650 triliun, naik Rp250 triliun dari target investasi yang dipatok Presiden Joko Widodo sebesar Rp1.400 triliun pada tahun 2023 ini.
Dalam pernyataannya, Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mempertanyakan sumber dan dasar perhitungan.
Dasar perhitungan itu dari target investasi yang diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.
“Tahun depan itu Rp1.650 triliun diberikan target, sebenarnya kalian nanya ke Pak Airlangga, boleh.
“Pak Airlangga paling jago bikin angka-angka, tapi nggak jelas juga dia dapat angka dari mana,” tegas Bahlil Lahadalia, Sabtu, 21 Oktober 2023.
Pertanyaan Bahlil Lahadalia ini menjadi sorotan dalam dunia politik dan ekonomi Indonesia.
Ia menegaskan bahwa ia adalah seorang prajurit yang diperintahkan langsung oleh Presiden Jokowi.
Dirinya akan menjalankan apa yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo, sehingga akan berupaya sekuat tenaga untuk merealisasikan target investasi tahun 2024 sebesar Rp1.650 triliun.
Baca juga : Pasca Pilpres Dunia Usaha Wait and See
Bahlil Lahadalia, selain mempertanyakan target investasi tahun 2024, juga menggarisbawahi berbagai tantangan yang mungkin dihadapi dalam mencapai target tersebut.
Salah satu tantangan yang dianggapnya semakin berat adalah situasi ekonomi global yang melemah, serta gejolak geopolitik di berbagai belahan dunia.
Bahlil Lahadalia menyoroti beberapa peristiwa internasional yang mempengaruhi iklim investasi.
Termasuk perang Ukraina dan Rusia yang belum terselesaikan, konflik di Timur Tengah antara Israel dan Palestina, serta ketegangan politik di Laut China.
“Semua faktor ini dapat memengaruhi keputusan para investor untuk menanamkan modal di Indonesia,” kata dia.
Selain itu, ia juga mencatat bahwa Indonesia sendiri akan menghadapi pesta demokrasi, termasuk Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pilpres pada tahun 2024.
“Ini adalah momen yang seringkali membuat investor bersikap wait and see, di mana mereka menunggu hasil pemilihan sebelum mengambil keputusan investasi,” tegasnya.
Untuk menghadapi berbagai tantangan ini, Bahlil Lahadalia mengumumkan bahwa pihaknya akan melakukan kajian khusus untuk memetakan potensi investasi tahun 2024.
Baca juga : Soal Program Biling. Rizaldi Adrian: Efektivitas dan Kualitas Program adalah Fokus Kami
Kajian ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada bulan November mendatang.
Dengan demikian, pemerintah berharap dapat mengidentifikasi peluang dan risiko yang lebih jelas.
Serta mengambil langkah-langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan investasi di masa yang penuh ketidakpastian ini.
Bahlil antara Jokowi dan Airlangga
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, sebelumnya telah mengungkapkan pentingnya target investasi tahun 2024 sebesar Rp1.650 triliun.
Hal itu diutarakan dalam sebuah forum pada Maret 2023.
Ia menjelaskan bahwa untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen pada tahun 2024, Indonesia perlu mendorong konsumsi dan investasi.
Target investasi tahun 2023 sebesar Rp1.400 triliun dianggap sebagai langkah awal untuk menciptakan fondasi yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi di tahun berikutnya.
“Kenaikan target investasi ini menjadi langkah strategis untuk meredam volatilitas ekonomi global yang masih terus berlangsung,” kata Airlangga.
Selain itu, pentingnya konsumsi dan investasi dalam pertumbuhan ekonomi tidak bisa diabaikan.
Investasi yang kuat dapat menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi, dan meningkatkan produktivitas.
“Hal ini juga dapat memberikan dampak positif bagi sektor-sektor terkait yang mendukung pertumbuhan ekonomi, seperti industri manufaktur, infrastruktur, dan teknologi,” ungkapnya.
Meskipun ada berbagai tantangan di tingkat global, termasuk gejolak geopolitik dan ekonomi, Indonesia berkomitmen untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ambisius.
Target investasi tahun 2024 sebesar Rp1.650 triliun diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen utama untuk mencapai tujuan ini.
Baca juga : Provinsi Lampung Ambil Bagian di IMT-GT 2023, Paparkan 3 Potensi Unggulan





Lappung Media Network