Dengan naiknya omzet penjualan, maka ikut meningkatkan kualitas dan daya saing produk, serta penciptaan lapangan kerja, dan serapan tenaga kerja sektor kriya.
“Kita bisa menyaksikan, kerajinan Lampung saat ini sudah naik kelas,” jelasnya.
Baca juga : Arinal Djunaidi: UMKM Lampung Perlu Dukungan Perbankan
Keberhasilan ini, menurut Riana, bukanlah sebuah perjalanan yang mudah dan singkat.
Hanya oleh karena kecintaan pada budaya Lampung, serta dorongan semangat yang tinggi untuk terus berkarya dan maju, membuat kerajinan Lampung bisa sampai pada titik ini.
Kata Riana, sudah banyak penghargaan dan pengakuan yang diterima oleh Provinsi Lampung, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Salah satunya Tapis Lampung yang melanglang buana sampai ke mancanegara dan semakin digemari karena kualitas dan diversifikasi produk yang beragam.
“Batik Lampung, kain tenun, maduaro, sulam usus dan produk tikew Lampung juga semakin dikenal dan digemari,” ungkap Riana.
Riana Sari pun berharap para peserta capacity building dapat meningkatkan semangat berkarya, berkolaborasi dan rasa persatuan.
“Saya juga mengajak kita semua untuk terus mencintai warisan-warisan budaya Lampung. Dengan rasa bangga melestarikan dan menghasilkan produk-produk terbaik,” pungkasnya.
Capacity Building Pacu Skill Perajin Lampung
Dalam kesempatan itu, Riana Sari turut memberikan sejumlah bantuan kepada perajin dari 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.
Bantuan ini berasal dari Pemerintah Provinsi Lampung sebagai wujud dukungan Gubernur Lampung bagi para perajin.
Serta bentuk kepedulian bagi kemajuan kerajinan di Provinsi Lampung.
Bantuan ini berupa 1 buah rombong, 1 buah mesin jahit, 1 buah mesin obras dan benang emas tapis.
Salah seorang perajin dari Pulau Pisang Pesisir Barat, Evalia Septiana, mengatakan bahwa bantuan ini sangat membantu dirinya dalam membuat kerajinan.
“Kami sangat senang diundang ke acara ini. Kami juga bangga, upaya kami dalam melestarikan budaya lampung diapresiasi oleh pemerintah provinsi,” ujar Evalia.
“Terima kasih. Semoga Lampung semakin berjaya,” tambahnya.
Pendamping dari Dekranasda Kabupaten Pringsewu, Wiwin, juga berharap perajin kriya, perajin wastra, dan perajin kuliner bisa meningkatkan kemampuan manajerial dan leadership melalui kegiatan ini.
“Dekranasda provinsi sering turun ke daerah-daerah, termasuk ke Kabupaten Pringsewu.
“Semoga dengan dikumpulkan di acara ini para perajin bisa naik kelas lagi dan bisa semakin sejahtera,” tandasnya.
Baca juga : Buka Keran Ekspor UMKM. 3 Provinsi di Sumatera Jalin Kerjasama dengan Lampung
