Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Saburai » Cocoa Academy Bisa Jadi Solusi Cerdas Kakao Lampung

    Cocoa Academy Bisa Jadi Solusi Cerdas Kakao Lampung

    by Editor354
    22/05/2026
    in Saburai
    Cocoa Academy Jadi Solusi Cerdas Kakao Lampung

    Ilustrasi: OpiniMahe: Cocoa Academy Bisa Jadi Solusi Cerdas Kakao Lampung. (Dok. Lappung.COM).

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung.COM – Simak Artikel OpiniMahe edisi kali ini, topik utama pembahasannya: Cocoa Academy Bisa Jadi Solusi Cerdas Kakao Lampung.

     

    Cocoa Academy Bisa Jadi Solusi Cerdas Kakao Lampung
    Oleh: Mahendra Utama*

     

    Praktik pertanian modern menjadi kunci untuk mendongkrak produktivitas yang saat ini masih tertahan.

    Lompatan dari Pendekatan Konvensional

    Produksi kakao Lampung relatif stabil di 45.000–58.000 ton per tahun, namun produktivitas lahan hanya sekitar 700–900 kg per hektare. Angka ini jauh dari capaian negara produsen utama seperti Pantai Gading.

    Padahal, harga kakao basah di tingkat petani Lampung Timur masih berkisar Rp10.000–15.000 per kilogram, sementara kakao premium yang difermentasi bisa melonjak hingga lebih dari Rp90.000 per kg.

    Kesenjangan ini muncul karena petani belum sepenuhnya mengadopsi praktik pertanian modern. Mars telah menunjukkan jawabannya melalui Cocoa Academy di Sulawesi Selatan, yang melatih petani dalam dua jalur: agronomi (pemilihan bibit, perawatan, pengendalian hama) dan agrobisnis (kewirausahaan dan manajemen usaha tani).

    Hasilnya, sekitar 1.500 petani milenial berhasil dilahirkan dan kini menjadi “cocoa doctor” yang menyebarkan ilmu ke komunitas mereka.

    Memotret Teori Perubahan dari Ricardo

    Dalam kerangka keunggulan komparatif David Ricardo, Lampung memiliki modal alam tropis yang sangat cocok untuk kakao. Namun keunggulan itu harus ditransformasi menjadi keunggulan kompetitif melalui efisiensi dan kualitas.

    Cocoa Academy menjawab kebutuhan ini dengan pelatihan intensif selama satu bulan penuh, yang bahkan telah menjaring mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk menjadi “doktor kakao”.

    Jika pendekatan ini direplikasi di Lampung, bukan tidak mungkin produktivitas lahan dapat naik signifikan.

    Sebab, riset Mars membuktikan bahwa peralihan dari sistem monoklonal ke multiklonal dapat meningkatkan hasil panen hingga 50%. Inilah lompatan yang sangat dibutuhkan perkebunan kakao Lampung.

    Menutup Kesenjangan Produktivitas

    Hadirnya Cocoa Academy di Lampung akan menjadi pusat pelatihan lapangan yang melengkapi program agroforestri yang sudah berjalan.

    Petani tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung pengendalian hama terpadu, peremajaan tanaman tua, dan teknik pascapanen yang benar.

    Dengan transfer pengetahuan yang masif, kebangkitan kakao Lampung yang mulai terlihat sejak 2025 bisa berlangsung lebih cepat dan berkelanjutan.

    Sudah saatnya Lampung tidak hanya menjadi pemasok biji mentah, tetapi lumbung kakao berkualitas premium. (*)
    —————————————————————-
    *Penulis: Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan.

    Via: M. Satria
    Tags: CocoaAcademyHilirisasiHilirisasiKakaoLampungKakaoLampungPertanianModernPetaniKakaoLampungProduktivitasKakao
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Dampak Ekonomi Cocoa Academy di Lampung Timur

    Next Post

    Inilah 5 Jenis Anggrek Paling Populer di Indonesia: Jangan Salah Pilih!

    Related Posts

    Saburai

    NTP Lampung Naik ke 129,90: Sinyal Kesejahteraan Petani Membaik

    07/07/2026
    Saburai

    Pendekatan Adat Gubernur Mirza Dorong Investasi dan Ekonomi Lampung

    06/07/2026
    Saburai

    Tim Disperindag Lampung Cek Dryer dan Pasar Murah di Suoh

    05/07/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • 9 Cara Buka Rekening Bank Mandiri Online: Panduan Lengkap, Syarat, dan Langkah-Langkahnya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Menilik Jejak Pembangunan Pemprov Lampung: Wajah Baru Suoh Lampung Barat

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Inflasi Lampung 2,46% di Juni 2026, Harga Emas dan Bensin Jadi Pemicu

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Memahami Arti Jumlah Luk pada Keris: Makna Filosofis di Balik Lekukan Bilah Pusaka Nusantara

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Lampung Integrasikan HAM dalam Tata Kelola Pemerintahan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sarapan Kenyang di Teh Ely Sebelum Gas ke Ambarawa

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version