Lappung – Kabupaten Probolinggo membuktikan identitasnya lebih dari sekadar kota mangga.
Melalui inovasi petani milenial yang tergabung dalam Garda Bangsa dan Panji Bangsa, komoditas edamame (kedelai Jepang) kini berhasil menembus pasar ekspor dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Baca juga : 2 Pahlawan Gizi dari Jember: Edamame dan Okra, Superfood Lokal yang Menaklukkan Pasar Global
Gerakan petani muda ini berhasil mengubah lahan-lahan di Probolinggo menjadi sangat produktif dengan daya saing global.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari penerapan teknologi dan metode pertanian modern.
Para petani milenial ini mengadopsi sistem tanam jajar legowo, sebuah teknik yang terbukti mampu mendongkrak produktivitas secara signifikan.
Pola tanam rapat itu dinilai memaksimalkan penggunaan lahan sekaligus memudahkan proses perawatan tanaman.
Hasilnya, mereka mampu memanen hingga 20 ton edamame segar dari setiap hektar lahan yang dikelola.
Ketua DKC Garda Bangsa Kabupaten Probolinggo, Mohammad Badrul Kamal, menyatakan bahwa gerakan ini bertujuan untuk mengubah pola pikir lama tentang profesi petani.
Baca juga : Ekspor Edamame Indonesia di Tengah Gejolak Global, Peluang dan Strategi
Menurutnya, pertanian adalah sektor bisnis modern yang sangat menjanjikan.
“Kami ingin mengubah mindset. Bertani itu bukan lagi sekadar turun ke sawah, tapi sebuah bisnis modern yang menjanjikan,” ujar Badrul Kamal dalam keterangannya, Senin, 20 Oktober 2025.
Ia menambahkan, inovasi menjadi kunci untuk menarik minat generasi muda agar tidak ragu terjun ke dunia agribisnis.
Kesuksesan budidaya edamame ini menjadi secercah harapan baru bagi ketahanan pangan Indonesia.
Selain memenuhi permintaan pasar ekspor yang terus meningkat, kedelai Jepang ini juga berfungsi memperkuat pasokan protein nabati di dalam negeri.
Inisiatif yang dipelopori Garda Bangsa dan Panji Bangsa ini menunjukkan bahwa masa depan pertanian Indonesia berada di tangan generasi muda yang tak hanya mau bekerja di lapangan, tetapi juga piawai dalam memanfaatkan teknologi.
Baca juga : Selamatkan BUMD Lampung dari Kubangan Rugi
