Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Ekonomi » Edamame dan Okra: Primadona Jepang

    Edamame dan Okra: Primadona Jepang

    by Irzon Dwi Darma
    20/09/2025
    in Ekonomi
    Edamame dan Okra: Primadona Jepang

    Kebun Edamame di Jatiroto, Lumajang, Jawa Timur. Foto: Arsip pribadi

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Di tengah dominasi sushi dan ramen, 2 komoditas pertanian sederhana, edamame dan okra, diam-diam menjadi primadona di pasar Jepang.

    Tingginya permintaan yang tak sebanding dengan produksi domestik membuka peluang emas bagi Indonesia untuk menjadi pemasok kunci, menggerakkan roda ekonomi bagi para petani lokal.

    Baca juga : Ekspor Edamame Indonesia di Tengah Gejolak Global, Peluang dan Strategi

    Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, menyatakan bahwa popularitas edamame dan okra di Jepang didorong oleh tren gaya hidup sehat yang terus menguat.

    Kedua sayuran ini dianggap sebagai makanan super karena kandungan gizinya yang luar biasa.

    “Ini bukan sekadar camilan, tetapi bagian dari gaya hidup.

    “Edamame, atau kedelai muda, kaya akan protein, serat, dan isoflavon yang baik untuk kesehatan jantung.

    “Sementara itu, okra dikenal ampuh mengontrol gula darah dan menyehatkan pencernaan,” jelas Mahendra, Sabtu, 20 September 2025

    Menurut Mahendra, permintaan pasar Jepang untuk edamame mencapai 75.000 ton per tahun, angka yang sulit dipenuhi oleh produsen lokal mereka.

    Celah inilah yang dimanfaatkan secara optimal oleh eksportir Indonesia.

    Salah satu pemain utamanya adalah PT Mitratani Dua Tujuh, yang konsisten mengekspor hingga 80 persen dari total produksinya ke Jepang.

    Baca juga : Edamame Unggul Kandungan Protein, Mitratani Incar Program Sehat Prabowo

    Data menunjukkan, pada tahun 2015 saja, volume ekspor perusahaan ini mencapai 4.452 ton.

    Hal serupa terjadi pada komoditas okra. Sentra produksi seperti di Blora, Jawa Tengah, telah menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan pengolahan seperti PT Kelola Agro Makmur.

    Perusahaan ini mampu mengolah hingga 20 ton okra per hari untuk memenuhi permintaan pasar ekspor, terutama Jepang dan Korea.

    Mahendra memproyeksikan prospek budidaya edamame dan okra akan tetap sangat menjanjikan untuk dua dekade ke depan.

    Hal ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran global akan pentingnya konsumsi makanan sehat.

    “Indonesia punya keunggulan iklim dan lahan yang sangat ideal.

    “Tantangannya kini adalah bagaimana kita melakukan inovasi dan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah,” ujarnya.

    Beberapa inovasi yang berpotensi dikembangkan antara lain diversifikasi pasar ke negara lain, pengembangan produk turunan seperti jus edamame, serta penerapan teknologi pembekuan (freezing) modern untuk menjaga kualitas produk ekspor.

    “Dukungan pemerintah melalui program ketahanan pangan dan penguatan kemitraan dengan petani menjadi kunci.

    “Edamame dan okra bukan lagi sekadar komoditas, melainkan simbol ketangguhan ekonomi lokal di panggung global,” pungkasnya.

    Baca juga : Pertama di Sumatera Utara, Panen Edamame Tembus Pendapatan Rp300 Juta per Hektare 

    Tags: #EksporPertanian#GayaHidupSehat#KetahananPanganEdamameOkra
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Babak Baru Korupsi PI 10 Persen: Setelah Arinal, Giliran Eks Pj Gubernur Lampung Samsudin Diperiksa Kejati

    Next Post

    Kopi Lampung Mendunia Inspirasi Petani

    Related Posts

    Ekonomi

    9 Cara Buka Rekening Bank Mandiri Online: Panduan Lengkap, Syarat, dan Langkah-Langkahnya

    01/07/2026
    Ekonomi

    Fahri Hamzah: Baku Beri Alarm atas Krisis Perumahan Nasional

    06/06/2026
    Ekonomi

    Apa Saja Tipe SPBU Pertamina (Lembaga Penyalur BBM)?

    29/04/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Kecubung dan Ganja: Obat Penenang yang Berbeda Nasib Hukum

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kunjungan Wamenperin ke Lampung: Momentum Lahirnya Klaster Industri Pangan Nasional

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mudahnya ke Bandung! Penerbangan Langsung Lampung-Bandung Wings Air Kembali Hadir

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Lampung dan BRIN Kolaborasi 4 Tahun, Wujudkan Riset untuk Bangun Daerah

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Menatap Masa Depan Lampung Barat: Menggali Potensi Geothermal dan Pariwisata Dunia

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 19 Program Riset BRIN-Lampung, dari Singkong hingga Keantariksaan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version