Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Ekonomi » Kopi Lampung Mendunia Inspirasi Petani

    Kopi Lampung Mendunia Inspirasi Petani

    by Irjen
    21/09/2025
    in Ekonomi
    Kopi Lampung Mendunia Inspirasi Petani

    Pemerhati sekaligus penikmat kopi, Mahendra Utama. Foto: Arsip pribadi

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Perjalanan panjang kopi Lampung, dari tragedi letusan Gunung Krakatau hingga menjadi primadona di pasar global, menjadi cerminan ketangguhan dan kemampuan adaptasi para petaninya.

    Biji robusta yang kini mendunia adalah bukti bagaimana tantangan mampu diubah menjadi peluang emas yang menghidupi jutaan jiwa di Bumi Ruwa Jurai.

    Baca juga : Kopi Lampung dan Jalan ke Amerika

    Pemerhati sekaligus penikmat kopi, Mahendra Utama, menuturkan bahwa kisah kopi Lampung adalah pelajaran berharga tentang resiliensi.

    Menurutnya, kesuksesan yang diraih saat ini tidak lepas dari sejarah kelam yang memaksa para petani untuk berpikir cerdas dan inovatif.

    “Sebuah biji kecil kopi terbukti mampu mengubah nasib jutaan orang.

    “Kisah kopi Lampung adalah bukti nyata bahwa ketahanan dan kemampuan beradaptasi adalah kunci kesuksesan,” ujar Mahendra Utama, Minggu, 21 September 2025.

    Sejarah mencatat, budidaya kopi di Lampung dimulai oleh Belanda pada 1841 dengan jenis arabika.

    Namun, letusan dahsyat Gunung Krakatau pada 1883 dan serangan penyakit karat daun menghancurkan perkebunan arabika.

    Kondisi ini memaksa petani mencari alternatif.

    “Saya kagum dengan kegigihan para petani Lampung. Ketika arabika dihadapkan pada tantangan berat, mereka tidak menyerah.

    “Beralih ke robusta yang lebih tahan penyakit adalah sebuah transformasi cerdas,” jelas Mahendra.

    Keputusan itu terbukti tepat. Robusta tumbuh subur dan menjadi tulang punggung perekonomian kopi di daerah ini.

    Baca juga : Kopi Sangrai Lampung Tembus Hong Kong, Sejarah Baru Ekspor Produk Olahan

    Berdasarkan data, pada tahun 2018 saja, Lampung menyumbang produksi kopi terbesar di Indonesia dengan total mencapai 107.183 ton.

    Kabupaten Lampung Barat menjadi lumbung utama dengan produksi 57.930 ton, diikuti oleh Kabupaten Tanggamus dengan 34.129 ton.

    Angka-angka tersebut, kata Mahendra, bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari kerja keras ribuan keluarga petani yang secara turun-temurun menjaga kualitas dan produktivitas kebun mereka.

    Kini, aroma khas robusta Lampung telah tercium hingga ke berbagai belahan dunia.

    Kualitasnya yang premium berhasil menembus pasar-pasar utama di Eropa, Amerika, dan Asia.

    Sejumlah merek lokal, mulai dari skala kelompok tani (Koptan) seperti Koptan hingga merek komersial seperti De Lampoeng Coffee, telah membuktikan daya saingnya di tingkat global.

    Bahkan, beberapa merek legendaris seperti Sinar Baru Cap Bola Dunia telah bertahan sejak tahun 1917.

    “Ini adalah kisah inspiratif tentang bagaimana sebuah daerah mampu bangkit, mengubah tantangan menjadi peluang, dan akhirnya membangun identitas global yang dimulai dari kebun-kebun sederhana milik petani,” tutup Mahendra.

    Baca juga : Saatnya Kopi Lampung Naik Kelas: Bukan Cuma Komoditas, Tapi Identitas

    Tags: #InspirasiPetani#KetahananEkonomi#KopiIndonesia#KopiLampung#PembangunanDaerah
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Edamame dan Okra: Primadona Jepang

    Next Post

    Harga Tetes Tebu dan Harapan

    Related Posts

    Ekonomi

    Apa Saja Tipe SPBU Pertamina (Lembaga Penyalur BBM)?

    29/04/2026
    Ekonomi

    Siapa Saja 17 Bos BPI Danantara, Inilah Daftar Lengkapnya

    28/04/2026
    Ekonomi

    Siapa Saja 16 Bos Subholding Downstream Pertamina?

    27/04/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Ulasan 10 Ikan Hias Paling Digemari 2026: Cantik, Mudah Dipelihara dan Cocok untuk Pemula

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 5 Fakta Sains Jarang Diketahui: Tapi Nyata, Nomor 3 Bikin Kaget!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Rekomendasi 8 Tempat Wisata Terbaik di Lampung: Ada Pantai Eksotis dan Taman Nasional yang Mendunia

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengungkap Fakta Kalori Sepiring Nasi Putih: Dampaknya bagi Kesehatan?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Inilah 5 Penyebab Obesitas pada Anak: Dampaknya, Upaya Pencegahan dan Penanganannya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 6 Faktor Risiko Obesitas pada Anak: Penyebab, Dampak, dan Cara Mencegahnya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version