Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Ekonomi » Harga Tetes Tebu dan Harapan

    Harga Tetes Tebu dan Harapan

    by Irjen
    21/09/2025
    in Ekonomi
    Harga Tetes Tebu dan Harapan

    Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama. Foto: Arsip pribadi

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Harga tetes tebu (molasses) di tingkat produsen anjlok drastis hingga menyentuh level Rp700 per kilogram, titik terendah dalam satu dekade terakhir.

    Kondisi ini memicu kekhawatiran serius di kalangan pelaku industri gula dan para petani tebu di Lampung, mengancam keberlangsungan operasional pabrik dan sumber pendapatan ribuan keluarga.

    Baca juga : Menyulam Harapan: Sinergi Kebijakan untuk Lampung Sehat dan Mandiri

    Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, mengungkapkan bahwa kejatuhan harga ini menjadi pukulan telak bagi seluruh rantai pasok industri tebu nasional.

    Menurutnya, kondisi ini disebabkan oleh serbuan produk impor dan lemahnya penyerapan di pasar domestik.

    “Ini adalah kabar yang menyesakkan. Di balik angka Rp700 per kilogram itu, ada jerih payah petani dan nasib ribuan pekerja pabrik gula yang dipertaruhkan,” ujar Mahendra Utama, Minggu, 21 September 2025.

    Ia menjelaskan, harga ideal tetes tebu sebelumnya stabil di kisaran Rp2.500 per kilogram.

    Angka tersebut dinilai mampu memberikan keuntungan yang layak bagi produsen dan petani.

    Namun, tekanan pasar saat ini telah menjerumuskan harga ke level yang tidak sehat secara ekonomi.

    “Jika tetes tebu ini tidak segera terserap pasar, pabrik gula terancam berhenti beroperasi karena tangki penyimpanan akan penuh.

    “Konsekuensinya, tebu dari petani tidak bisa digiling, dan mereka akan kehilangan penopang hidupnya,” tegas Mahendra.

    Anjloknya harga ini menimbulkan efek domino yang mengkhawatirkan.

    Pabrik gula kehilangan salah satu sumber pendapatan penting dari produk sampingan, sementara petani tebu dihadapkan pada potensi kerugian besar jika pabrik mengurangi atau menghentikan pembelian tebu.

    Baca juga : Tapioka Lesu, Petani Singkong Lampung Terjepit: Solusi Terpadu Dibutuhkan Segera

    Menanggapi krisis ini, Mahendra mendorong adanya langkah cepat dan sinergi antara pemerintah dengan para pemangku kepentingan.

    Menurutnya, beberapa solusi mendesak perlu segera diimplementasikan untuk menyelamatkan industri.

    “Pemerintah harus mulai merajut jalan keluar, mulai dari pengendalian impor yang lebih ketat, penguatan regulasi tata niaga, hingga opsi penyerapan stok oleh BUMN sebagai langkah jangka pendek,” paparnya.

    Mahendra menekankan bahwa krisis ini harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap kemandirian pangan nasional.

    Menurutnya, keberpihakan kebijakan pada produksi dalam negeri adalah kunci untuk mengembalikan harga tetes tebu ke titik keseimbangan yang wajar.

    “Ini bukan sekadar urusan bisnis, tetapi menyangkut denyut kehidupan banyak keluarga.

    “Seperti pepatah Lampung, Sai bumi ruwa jurai, kebersamaanlah yang akan menjaga ekosistem ini tetap hidup dan berkelanjutan,” pungkasnya.

    Baca juga : Menyambut Langkah Agresif Jawa Timur: Saatnya Lampung Bangkit Menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

    Tags: #EkonomiRakyat#HargaTetes#KetahananPangan#PembangunanBerkeadilan#PetaniTebu
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Kopi Lampung Mendunia Inspirasi Petani

    Next Post

    Lampung Selatan Menuju Kabupaten Termaju

    Related Posts

    Ekonomi

    Apa Saja Tipe SPBU Pertamina (Lembaga Penyalur BBM)?

    29/04/2026
    Ekonomi

    Siapa Saja 17 Bos BPI Danantara, Inilah Daftar Lengkapnya

    28/04/2026
    Ekonomi

    Siapa Saja 16 Bos Subholding Downstream Pertamina?

    27/04/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Ulasan 10 Ikan Hias Paling Digemari 2026: Cantik, Mudah Dipelihara dan Cocok untuk Pemula

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 5 Fakta Sains Jarang Diketahui: Tapi Nyata, Nomor 3 Bikin Kaget!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Rekomendasi 8 Tempat Wisata Terbaik di Lampung: Ada Pantai Eksotis dan Taman Nasional yang Mendunia

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengungkap Fakta Kalori Sepiring Nasi Putih: Dampaknya bagi Kesehatan?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Inilah 5 Penyebab Obesitas pada Anak: Dampaknya, Upaya Pencegahan dan Penanganannya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 6 Faktor Risiko Obesitas pada Anak: Penyebab, Dampak, dan Cara Mencegahnya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version