Lappung – Di tengah ekonomi yang sulit banyak lansia di Provinsi Lampung masih kerja.
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru perihal kondisi ekonomi sulit yang dihadapi oleh para pekerja lanjut usia (lansia) di Provinsi Lampung.
Baca juga : Tertinggi Nasional. ABG Lampung Perokok
Dalam laporan tersebut, BPS mencatat bahwa meskipun menghadapi tantangan ekonomi yang signifikan, sebagian besar lansia di Lampung masih aktif bekerja.
Menurut data BPS, proporsi pekerja lansia di Lampung mencapai angka yang cukup mencolok, dengan 58,05 persen dari total angkatan kerja di wilayah tersebut pada tahun 2022.
Hal ini menunjukkan ketahanan dan semangat kerja lansia di tengah kendala ekonomi yang mungkin dihadapi.
Salah satu faktor yang melatarbelakangi keputusan para lansia untuk tetap bekerja adalah ketidakmampuan ekonomi.
Ekonomi Sulit Lansia Lampung Masih Kerja
Dalam wawancara dengan beberapa lansia di Lampung, banyak di antara mereka mengungkapkan bahwa sulitnya kondisi ekonomi menjadi alasan utama.
Baca juga : Nilai Ekspor Provinsi Lampung Turun
“Pada akhirnya mendorong mereka untuk tetap bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” tulis BPS, dalam laporannya, Kamis, 9 November 2023.
Sementara itu, BPS juga memaparkan perbedaan signifikan antarprovinsi dalam proporsi pekerja lansia, di mana Lampung berada di urutan ketiga spektrum nasional.
Dengan tingkat partisipasi pekerja lansia yang lebih tinggi daripada provinsi NTT dan Papua.
Penduduk lansia bekerja paling tinggi tercatat di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan persentase mencapai 66,53 persen.
Di sisi lain, DKI Jakarta menunjukkan angka yang lebih rendah, hanya sebesar 38,32 persen.
Baca juga : Pola Musiman. Kunjungan Wisatawan Mancanegara di Pesisir Barat Turun
Berikut Profil 10 Provinsi dengan Pekerja Lansia Terbanyak di Indonesia:
Nusa Tenggara Timur (NTT) – 66,53 persen:
Menempati peringkat tertinggi, NTT menjadi provinsi dengan tingkat partisipasi pekerja lansia paling tinggi nasional.
Papua – 61,7 persen:
Provinsi Papua mengikuti dengan proporsi pekerja lansia yang signifikan, mencerminkan dinamika ekonomi di wilayah ini.
Lampung – 58,05 persen:
Provinsi Lampung menempati peringkat ketiga, menunjukkan tingginya tingkat keterlibatan pekerja lansia di sektor ekonomi lokal.
Jawa Timur – 57,51 persen:
Salah satu provinsi paling padat penduduk di Indonesia, Jawa Timur juga menyoroti tantangan ekonomi yang dihadapi oleh lansia.
DI Yogyakarta – 57,39 persen:
Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki tingkat pekerja lansia yang cukup tinggi, menunjukkan kompleksitas permasalahan ekonomi di kawasan tersebut.
Sulawesi Tengah – 57,35 persen:
Provinsi Sulawesi Tengah memainkan peran penting dalam kontribusi pekerja lansia di tingkat nasional.
Bengkulu – 56,73 persen:
Bengkulu menempati posisi ketujuh, memperlihatkan bahwa tantangan ekonomi tidak hanya terpusat di pulau Jawa.
Gorontalo – 56,61 persen:
Provinsi Gorontalo juga mengalami tingkat partisipasi pekerja lansia yang cukup tinggi.
Papua Barat – 56,55 persen:
Mengikuti Papua, Papua Barat turut menyumbang dalam tingginya angka pekerja lansia di Indonesia.
Sulawesi Tenggara – 56,44 persen:
Provinsi Sulawesi Tenggara menutup daftar 10 provinsi dengan tingkat pekerja lansia terbanyak, menunjukkan gambaran nasional yang beragam.
Data ini memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang distribusi pekerja lansia di Indonesia.
Dan memperlihatkan bahwa tantangan ekonomi yang dihadapi oleh kelompok ini bersifat nasional yang memerlukan perhatian lebih lanjut dari pemerintah serta berbagai pihak terkait.
Baca juga : Rokok Kretek Filter Penyumbang Terbesar Kemiskinan
