Lappung – KPKAD menepis kritikan kepemimpinan Arinal Djunaidi sebagai gubernur Lampung soal empat argumentasi yang beredar melalui media online di Bumi Ruwa Jurai.
Pertama, Gubernur Arinal Djunaidi – Wakil Gubernur Chusnunia Chalim gagal mencapai sasaran kinerja ekonomi dan sosial yang ditetapkan dalam RKPD Provinsi Lampung tahun 2020 – 2021.
Kedua, NTP Lampung selama 22 bulan sejak Januari 2020 sampai Oktober 2021 selalu berada di antara posisi ke-9 atau ke-10 di Sumatera.
Ketiga, Pertumbuhan Ekonomi Lampung y on y selama 7 kwartal sejak kwartal 1 pada Januari-Maret tahun 2020 sampai kwartal 3 pada Juli-September tahun 2021 selalu berada di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi di Sumatera.
Baca Juga : Strategi Pemulihan Ekonomi Provinsi Lampung
Keempat, Angka Pengangguran di Lampung pada kurun waktu Agustus 2020 sampai Agustus 2021 justru bertambah naik ketika Provinsi lainnya di Sumatera justru menurun.
“Masyarakat harus memahami bahwa siapapun penguasanya akan memaksimalkan pembangunan dengan dana dan SDM yang ada tentunya dengan terobosan-terobosan nyata dalam berbagai hal, termasuk upaya Gubernur Lampung,” kata Koordinator Presidium KPKAD Lampung Gindha Ansori Wayka, Senin (15/11/2021).
“Sementara kendalanya meskipun sudah dianggarkan untuk pembangunan infrastruktur dan sektor lainnya. Namun karena kondisi bangsa, maka anggaran harus digeser untuk memaksimalkan penanganan di bidang Kesehatan dalam rangka covid-19,” ungkap dia.
Oleh karena itu, kata dia, tak elok juga menuding melambatnya kenaikan pertumbuhan tingkat ekonomi daerah dalam situasi 2 tahun terakhir yang menurut sebagian kecil dari masyarakat tidak signifikan dengan membandingkan pertumbuhan ekonomi daerah lain.
Hal ini berdasarkan teori-teori ekonomi yang disampaikan para ahli ekonomi dalam hal upaya memuaskan dan memaksimalkan pertumbuhan ekonomi masyarakat disuatu daerah.
Karena faktor antara satu daerah dengan daerah lainnya ada perbedaan.
“Pada dasarnya, dalam rangka menyusun suatu kerangka teori atau konsep yang didagangkan ke publik hendaknya berdasar dengan pola hasil riset yang mendalam,” tegas dia.
“Jangan hanya membaca angka-angka statistik yang sudah ada. Karena indikator penunjangnya dapat saja berbeda di tiap daerah dan harus juga disajikan kendala yang dihadapi sehingga memperoleh nilai yang demikian” jelas dia.
“Serta sangat penting dorongan ide atau gagasan dalam upaya pencapaian target sebagai mana premis yang disajikan ke publik,” jelas dia.
“Sehingga siapapun yang menyajikan pantas untuk diapresiasi pemikirannya sebagai bagian dari warga negara yang punya hak untuk di dengarkan pendapatnya dalam bermasyarakat,” ujarnya.
Kendati demikian, terlepas dari anggapan bahwa Gubernur Lampung gagal oleh sebagian kecil masyarakat.
Tetapi hingga saat ini ada banyak yang sudah dilakukan dan upaya sedang dilakukan dalam menjawab sebagian kecil premis argumen yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Lampung.
“Misalkan terkait ketersediaan lapangan kerja sebagai upaya menurunkan angka pengangguran di Lampung. Gubernur Lampung melalui Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung akan meluncurkan Sistem Informasi Ketenagakerjaan Daerah (Si Gajah),” jelas dia.





Lappung Media Network