Mahasiswa Penjas FKIP Universitas Lampung ini mengaku bahwa lawan terberatnya di PON kali ini adalah dirinya sendiri.
“Lawan terberat saya adalah bagaimana melawan rasa gugup dan tekanan saat bertanding.
“Tetapi, saya berusaha mengatasinya dan berhasil membawa pulang emas,” ungkap Sadam.
Baca juga : Catur dan Judo Lampung Berjaya di ASEAN University Games 2024
Tak hanya Sadam, rekan sesama atlet, Muhammad Wildan, juga sukses menyumbangkan emas untuk Lampung.
Sementara 2 medali perunggu disumbangkan oleh Rizki Andika Irawan dan Ahya Mulya Bhakti.
Keempat atlet ini membuktikan bahwa dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah, prestasi di kancah nasional bukanlah hal yang mustahil.
Faishol Djausal Bangga IPSI Lampung Raih 4 Medali di PON 2024
Dengan capaian ini, IPSI Lampung berhasil mengharumkan nama daerah sekaligus menunjukkan bahwa pencak silat Lampung mampu bersaing di level nasional.
Prestasi tersebut juga menjadi kebangkitan baru bagi pencak silat Lampung setelah bertahun-tahun absen di ajang PON.
Bagi Faishol Djausal dan seluruh masyarakat Lampung, prestasi ini bukan hanya sekadar medali, melainkan bukti bahwa tekad kuat bisa mengalahkan segala keterbatasan.
Faishol berharap semangat dan kegigihan ini terus hidup di dalam hati para atlet pencak silat Lampung untuk menghadapi tantangan-tantangan berikutnya.
“Kami bangga dengan apa yang telah dicapai, dan ini baru permulaan. Ke depan, kita akan terus berjuang untuk mencapai lebih banyak lagi,” pungkas Faishol Djausal dengan optimisme.
Baca juga : Atlet Pelajar IPSI Tanggamus Terima Piagam Bupati
