Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Saburai » Sore yang Berbeda di ‘Rumah Ketiga’ Warga Bandarlampung

    Sore yang Berbeda di ‘Rumah Ketiga’ Warga Bandarlampung

    by Editor354
    04/06/2026
    in Saburai
    'Rumah Ketiga' Warga Bandarlampung

    Ilustrasi: Sore yang Berbeda di 'Rumah Ketiga' Warga Bandarlampung. (Sumber Foto: Dok. Lappung.COM).

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Sore yang Berbeda di ‘Rumah Ketiga’ Warga Bandarlampung.

    Sore yang Berbeda di ‘Rumah Ketiga’ Warga Bandarlampung
    Oleh: Mahendra Utama*

     

    Pasar Modern Berwajah Guyub

    Pukul 19.02 WIB, langkah saya berhenti di Pasar Raya Lebak Budi. Bukan untuk belanja, tapi menepati janji ngopi dengan Yopie Pangkey (influencer @kelilinglampung), juga owner publikasilampung.id dan Iskandar (Kepala KPH Pesawaran).

    Pasar di Jalan Imam Bonjol ini memadukan nuansa UMKM yang hidup dengan manajemen modern. Di sinilah saya merasakan sendiri bagaimana ruang publik ini menjelma menjadi wadah interaksi yang guyub antara penjual dan pembeli.

    Aroma nasi goreng ala Minangkabau menyambut saat Mas Yopie yang sudah 10 menit lebih awal, tengah menyantap hidangannya.

    Belum sempat duduk, seorang pemilik kedai kopi gesit menawarkan menu. Saya memilih arabika Pesawaran, saran penjual yang meyakinkan, “Biar rasa lebih seger.”

    Strategi di Balik Secangkir Kopi

    15 menit kemudian, Bang Is (sapaan akrab Iskandar) tiba. Suasana hangat tercipta saat kami saling bertukar bingkisan, saya memberikan beras Rawa Jitu Selatan, beliau membalas dengan kopi dan powder kakao untuk Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.

    Pasar Raya Lebak Budi memang didesain bukan sekadar tempat transaksi. Manajemennya berinovasi meningkatkan kenyamanan, kebersihan, dan menyediakan lahan parkir luas.

    Konsepnya terinspirasi dari pasar Or Tor Kor di Bangkok dan menerapkan pembayaran QRIS untuk memudahkan transaksi non-tunai. Ada 161 lapak dan 48 kios yang buka 24 jam.

    Meski sempat ramai, per Februari 2026 pasar ini menghadapi tantangan sepi pengunjung. Namun manajemen tetap optimis menjadikan tempat ini sebagai “rumah ketiga” (third place) warga Bandar Lampung, yaitu ruang interaksi sosial di luar rumah dan tempat kerja.

    Geliat Asa Petani Lada

    Percakapan serius mengalir di sela hiruk-pikuk pasar. Kami membahas agroforestri, Academy Cacao, hingga strategi hilirisasi hasil hutan di Pesawaran. Pemkot pun disebut telah menyosialisasikan pinjaman tanpa bunga untuk membantu UMKM bertahan.

    Namun, satu beban membekas di hati: nasib petani lada yang terkena bencana mati layu akar. “Ini bencana bagi mereka,” ujar saya. Kami berharap ada solusi konkret bagi kesejahteraan petani dan kelestarian hutan kemasyarakatan.

    Pukul 22.10 WIB, saya pamit pulang, membawa banyak informasi, dan keyakinan bahwa ruang seperti Pasar Raya Lebak Budi tempat orang bisa ngopi, bermain domino, dan bertukar gagasan adalah fondasi penting pembangunan Lampung. (*)
    —————————————————————-
    * Penulis: Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan.

    Via: M. Satria
    Tags: #MahendraUtama#PemerhatiPembangunanKebersamaanDiPasarOpiniMahePasarRayaLebakBudiPerhutananSosialPetaniLadaBerkaryaRumahKetigaWargaBandarlampungUMKMNaikKelas
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Tegaskan Nilai Persatuan dan Perdamaian Dunia

    Next Post

    Mengurai Pola dan Model Bisnis Gudang SRG: Solusi Cerdas Petani Modern Tangkal Harga Anjlok

    Related Posts

    Saburai

    Mengurai Pola dan Model Bisnis Gudang SRG: Solusi Cerdas Petani Modern Tangkal Harga Anjlok

    04/06/2026
    Saburai

    5 Capaian Gemilang 16 Bulan Mirza Jihan Pimpin Lampung

    03/06/2026
    Saburai

    7 Alasan Logis Gubernur Mirza Prioritas Perbaiki Jalan

    02/06/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Jejak Hilirisasi di Tiga Desa: Mengawal Mesin Pengering, Menuai Kesejahteraan Petani Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 7 Alasan Logis Gubernur Mirza Prioritas Perbaiki Jalan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 5 Cara Menghilangkan Bau Mulut Permanen: Solusi Tepat dan Tepercaya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 5 Capaian Gemilang 16 Bulan Mirza Jihan Pimpin Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Hilirisasi Berbasis Rawa: Strategi Mesuji Lepas dari Kutukan Komoditas

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengenal Keris sebagai Warisan Budaya Nusantara: Nilai Sejarah, Seni dan Filosofi yang Sarat Makna

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version