Lappung – Frustrasi 10 tahun warga Lampung Selatan tebar lele di jalan rusak sebagai bentuk protes.
Bentuk kekesalan mendalam terhadap kondisi infrastruktur yang tak kunjung diperbaiki, sejumlah warga dari 6 desa di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, menggelar aksi unik pada Kamis, 10 April 2025.
Baca juga : Jalan Tajab-Adi Jaya Waykanan Diperbaiki, Gubernur Mirza Ajak Pengusaha Peduli Infrastruktur
Mereka menaburkan ratusan ekor ikan lele di sepanjang jalan poros yang rusak parah dan telah menjadi keluhan masyarakat selama lebih dari 1 dekade.
Aksi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat ini merupakan wujud protes terhadap Pemkab Lampung Selatan yang dinilai abai terhadap kondisi jalan yang menjadi urat nadi perekonomian dan aktivitas sehari-hari warga.
Jalan poros yang menghubungkan Desa Bumi Daya, Desa Bumi Restu, Desa Pulau Jaya, Desa Tanjungjaya, serta Desa Bumi Asri ini mengalami kerusakan sepanjang kurang lebih 6 kilometer dan belum mendapatkan perhatian perbaikan yang signifikan.
Salah seorang warga Dusun Mekarjaya, Desa Bumi Daya, Suryadi, mengungkapkan bahwa kondisi jalan tersebut sudah memprihatinkan hampir 10 tahun lamanya.
Baca juga : 52 Ruas Jalan Lampung Diperbaiki 2025, 6 Prioritas Rampung dalam 100 Hari
“Masyarakat sangat kecewa karena janji Bapak Bupati terpilih untuk memprioritaskan infrastruktur dalam 100 hari kerja belum terealisasi.
“Kami butuh bukti nyata, bukan sekadar janji,” tegasnya.
Suryadi menambahkan, aksi tabur ikan lele ini merupakan puncak kekesalan warga yang selama ini kesulitan beraktivitas dan mengangkut hasil bumi akibat jalan yang rusak.
“Saat musim hujan, jalan ini seperti kubangan air. Kalau kemarau, debunya sangat mengganggu. Kami sangat menderita,” keluhnya.
Senada dengan Suryadi, warga lainnya Bambang menyampaikan bahwa, aksi ini juga bertujuan agar para wakil rakyat di DPRD Kabupaten Lampung Selatan dapat mendengar dan memperjuangkan aspirasi masyarakat terkait perbaikan jalan.
Mereka berharap, jalan poros ini dapat segera diprioritaskan mengingat fungsinya yang vital bagi kehidupan masyarakat.
Baca juga : 2 Tahun Lagi, Gubernur Mirza Janji Jalan Mulus di Seluruh Lampung
“Jalan ini adalah akses utama kami untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk mengangkut hasil panen.
“Kondisi jalan yang rusak parah ini sangat mempengaruhi harga jual hasil bumi kami.
“Setiap tahun, harga panen selalu anjlok karena biaya transportasi yang tinggi akibat jalan rusak,” pungkas Bambang.
Frustrasi 10 Tahun Warga Lampung Selatan Tebar Lele di Jalan Rusak Sebagai Bentuk Protes
Aksi tabur ikan lele ini menjadi simbol keputusasaan warga yang berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan nyata untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang telah lama terbengkalai.
Mereka mendesak Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, dan Wakil Bupati, M Syaiful Anwar, untuk segera merealisasikan janji-janji kampanye terkait pembangunan infrastruktur yang adil dan merata di seluruh wilayah kabupaten.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terkait aksi protes dan tuntutan warga tersebut.
Masyarakat berharap, aksi ini dapat menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkret.
Tak lain untuk cepat memperbaiki jalan poros yang menjadi harapan bagi kemajuan dan kesejahteraan 6 desa di Kecamatan Palas.
Baca juga : PDAM Way Rilau Diduga Tutup Jalan Warga, LBH Desak Pemerintah Bertindak





Lappung Media Network