Namun, tidak semua partai dalam koalisi Prabowo-Gibran mengalami peningkatan elektabilitas.
Partai Demokrat, partai yang pernah menjadi pemenang Pemilu 2009, menghadapi penurunan elektabilitas yang cukup mencolok.
Baca juga : Dokter Atras Berbagi Gizi Demi Indonesia Maju
Dengan tingkat keterpilihan 4,5 persen, partai ini mengalami penurunan sebesar 2,5 persen dibandingkan survei Agustus 2023.
Perubahan ini menunjukkan bahwa partai ini harus menghadapi tantangan elektoral dan merumuskan strategi yang efektif untuk mendapatkan kembali dukungan masyarakat.
Perubahan Signifikan dalam Koalisi Ganjar-Mahfud
Dalam rangkaian survei Kompas Desember 2023, terungkap bahwa tidak hanya PDIP yang mengalami penurunan elektabilitas di koalisi pendukung Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.
Partai Perindo juga tercatat mengalami penurunan yang mencolok, menurun hampir 2 persen dari survei sebelumnya pada Agustus 2023.
Dengan elektabilitas 1,7 persen, peluang Partai Perindo untuk memenuhi ambang batas parlemen yang sebelumnya cukup besar, kini terlihat lebih menantang.
Di sisi lain, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang turut dalam koalisi Ganjar-Mahfud justru mengalami kenaikan elektabilitas sekitar 0,8 persen.
Meskipun kenaikan ini tidak sebesar Gerindra atau PSI, PPP mampu mempertahankan stabilitas dan cenderung naik, memberikan keberlanjutan bagi koalisi yang mereka dukung.
Stagnansi Elektabilitas di Koalisi Anies-Muhaimin
Kondisi yang hampir serupa terlihat di koalisi pendukung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasdem, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mencatat elektabilitas yang relatif stabil.
Meskipun terjadi penurunan sekitar 1 persen dari survei sebelumnya, elektabilitas ketiga partai ini masih cukup signifikan.
Dengan PKB mencapai 7,4 persen, Nasdem 4,9 persen, dan PKS 4,5 persen.
Dinamika elektabilitas di berbagai koalisi menunjukkan bahwa setiap partai dihadapkan pada tantangan dan peluang yang unik.
Perubahan ini memberikan landasan bagi pemilih untuk lebih memahami kondisi politik dan mempertimbangkan dengan matang sebelum membuat keputusan pada hari pemilihan.
Sementara beberapa partai mengalami penurunan, yang lain justru mencatat kenaikan, menciptakan lanskap politik yang dinamis dan penuh ketidakpastian.
Baca juga : Ratih Puspa Sari Selaraskan Program Gizi Prabowo-Gibran di Pesawaran
