Lappung – Hari Guru Nasional kenapa penghargaan untuk guru masih terabaikan?
Setiap 25 November, Indonesia memperingati Hari Guru Nasional sebagai penghormatan kepada para pahlawan tanpa tanda jasa.
Baca juga : Guru di Lampung Dipecat Usai Sembuh dari Penyakit, Klaim Tak Pernah Terima Teguran
Namun, ironisnya, penghargaan terhadap profesi guru di negeri ini masih jauh dari harapan.
Masalah kesejahteraan, keamanan, dan fasilitas pendukung menjadi isu utama yang terus membayangi tenaga pendidik, baik mereka yang berstatus PNS, PPPK, maupun honorer.
Rendahnya Gaji Guru: Miris di Tengah Tuntutan yang Tinggi
Dibandingkan dengan negara tetangga di ASEAN, Indonesia menjadi salah satu negara dengan gaji guru terendah.
Data menunjukkan bahwa guru di Singapura menerima upah hingga Rp1,1 miliar per tahun, sementara di Indonesia, rata-rata gaji guru PNS hanya mencapai Rp28 juta per tahun di luar tunjangan.
Kondisi lebih menyedihkan dialami guru honorer yang upahnya bahkan sering kali di bawah upah minimum regional (UMR).
Dalam sebuah penelitian, ditemukan bahwa ada guru honorer yang hanya menerima Rp10.000 per jam.
Dengan asumsi kerja selama 192 jam dalam sebulan, pendapatan mereka hanya sekitar Rp1.920.000, jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Tuntutan Pekerjaan Berat, Kompensasi Minim
Baca juga : Rp100 Miliar Raib! 272 Guru Pensiun di Bandarlampung Demo: Kami Ditipu!
Menjadi guru bukan sekadar mengajar di kelas.
Pekerjaan di luar jam pelajaran, seperti mengelola kegiatan ekstrakurikuler, membuat laporan administrasi, hingga memberikan bimbingan kepada siswa, menambah beban kerja mereka.
Namun, kompensasi yang diberikan kerap tidak sebanding.
Data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan bahwa 43% korban pinjaman online ilegal di Indonesia adalah guru.
Hal ini menunjukkan bahwa tekanan finansial memaksa banyak guru mencari cara untuk memenuhi kebutuhan hidup, meskipun dengan risiko besar.
Guru honorer menghadapi tantangan lebih berat. Banyak dari mereka harus merangkap pekerjaan lain untuk mencukupi kebutuhan keluarga.
Kondisi ini menciptakan tekanan psikologis yang berpotensi memengaruhi kualitas pengajaran mereka.
Kekerasan di Lingkungan Pendidikan: Ancaman bagi Guru
Selain masalah ekonomi, kekerasan di lingkungan pendidikan semakin menjadi perhatian.
Kasus kekerasan terhadap guru meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Salah satu yang menggemparkan adalah peristiwa di Lamongan, di mana seorang guru menjadi korban kekerasan senjata tajam oleh muridnya sendiri.
Sayangnya, hingga kini belum ada kebijakan konkret yang memastikan keamanan guru, terutama bagi guru honorer yang tidak memiliki payung hukum yang jelas.
Baca juga : 2 Pasang Suami Istri Jadi Guru Besar Unila
Guru honorer di sekolah negeri, misalnya, kerap menghadapi ketidakjelasan status yang menghambat mereka mendapatkan jaminan keselamatan kerja.
Harapan Baru di Tahun 2025
Pemerintah berjanji akan meningkatkan kesejahteraan guru melalui berbagai kebijakan, termasuk pengangkatan guru honorer menjadi ASN PPPK.
Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim sebelumnya menyebutkan bahwa peningkatan anggaran untuk tenaga pendidik akan menjadi salah satu prioritas.
Namun, janji tersebut masih menyisakan banyak pertanyaan, termasuk berapa nominal kenaikan gaji yang akan diberikan.
Guru di seluruh Indonesia berharap langkah ini dapat segera direalisasikan untuk memberikan keadilan bagi mereka yang menjadi ujung tombak pendidikan.
Hari Guru Nasional: Kenapa Penghargaan untuk Guru Masih Terabaikan?
Hari Guru Nasional seharusnya menjadi momentum bagi seluruh pihak, terutama pemerintah, untuk memberikan perhatian lebih kepada guru.
Mereka bukan hanya pengajar, tetapi juga pembentuk masa depan bangsa.
Mengabaikan kesejahteraan guru sama saja dengan mengorbankan generasi mendatang.
Kini, publik menanti realisasi kebijakan yang berpihak kepada guru.
Sebab, menghormati pahlawan tanpa tanda jasa tidak cukup hanya dengan ucapan terima kasih, melainkan dengan tindakan nyata untuk memperbaiki kesejahteraan mereka.
Baca juga : PUI Lampung Sambut Pengurus Baru, Fokus pada Kemajuan Daerah





Lappung Media Network