Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Saburai » Hilirisasi Kakao dari Desa, Kunci Lampung Entaskan Kemiskinan

    Hilirisasi Kakao dari Desa, Kunci Lampung Entaskan Kemiskinan

    Editor354 by Editor354
    09/10/2026
    in Saburai
    Hilirisasi Kakao dari Desa

    Ilustrasi: OpiniMahe: Hilirisasi Kakao dari Desa, Kunci Lampung Entaskan Kemiskinan. (Sumber Foto: Dok. Lappung.COM).

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi terkini, yang berjudul: Hilirisasi Kakao dari Desa, Kunci Lampung Entaskan Kemiskinan.

     

    Hilirisasi Kakao dari Desa, Kunci Lampung Entaskan Kemiskinan
    Oleh: Mahendra Utama*

     

    Mengapa Nilai Tambah Harus Dimulai dari Desa

    Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan strategi pembangunan inklusif berbasis hilirisasi. “Hilirisasi, nilai tambah harus dilakukan dari sumber bahan baku, yaitu ada di desa-desa,” ujarnya di Pekon Ampai, Pesawaran.

    Gagasan ini sejalan dengan teori value chain Michael Porter bahwa keunggulan kompetitif lahir ketika daerah produsen mampu mengolah, bukan sekadar menjual bahan mentah.

    Solar Dryer: Teknologi Sederhana, Dampak Besar

    Persoalan klasik petani kakao adalah ketergantungan musim. Saat hujan, kakao basah terpaksa dijual Rp20.000–Rp30.000 per kilogram. Setelah dikeringkan, harga melonjak Rp70.000–Rp80.000. Di sinilah solar dryer hadir sebagai solusi.

    Gubernur menegaskan, “Cokelat mahal kalau kering… tapi mereka hanya bisa jual tiga atau empat bulan secara mahal.” Teknologi tepat guna ini memutus belenggu musiman yang selama ini menekan pendapatan petani.

    Pekerjaan Rumah Hilirisasi

    Dari total komoditas Lampung senilai Rp150 triliun dalam struktur PDRB, baru sekitar Rp40 triliun yang dihilirisasi—tak lebih dari 30 persen. Data ini menunjukkan besarnya ruang perbaikan.

    Tanpa hilirisasi, nilai tambah dinikmati industri besar di kota, sementara desa tetap menjadi pemasok bahan mentah.

    Kesenjangan ini bertentangan dengan prinsip inclusive growth yang digaungkan pemerintah daerah.

    Pekon Ampai sebagai Pusat Inovasi

    Gubernur berharap Pekon Ampai tidak hanya mengeringkan, tetapi memproduksi dan mendistribusikan solar dryer ke seluruh pesisir Lampung.

    Dengan produksi kakao Pesawaran mencapai 21.000 ton per tahun dari lahan 25.000 hektar, potensi ini sangat strategis.

    Jika dikelola serius, desa ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus model nasional. (*)
    —-‐—–‐——————————————————–
    * Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.

    Via: M. Satria
    Tags: #LampungMaju#MahendraUtama#PemerhatiPembangunan#PetaniSejahteraEkonomiDesaHilirisasiKakaoOpiniMaheSolarDryer
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    WTP 12 Kali dan Ekonomi Tumbuh: Bukti Sinergi BPKP di Lampung

    Related Posts

    Bukti Sinergi BPKP di Lampung
    Saburai

    WTP 12 Kali dan Ekonomi Tumbuh: Bukti Sinergi BPKP di Lampung

    08/10/2026
    Strategi Lampung Jaga Harga dan Perkuat Pendapatan
    Saburai

    Strategi Lampung Jaga Harga dan Perkuat Pendapatan Rakyat

    08/10/2026
    Mengapa Pengembang Pilih Surabaya Barat
    Saburai

    Mengapa Pengembang Pilih Surabaya Barat? Teori dan Strategi Kawasan Elit

    07/10/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Beras Premium Langka di Lampung

      Beras Premium Langka di Lampung: Respons Cepat Disperindag dan Kolaborasi Bapanas-Bulog

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Strategi Lampung Jaga Harga dan Perkuat Pendapatan Rakyat

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • WTP 12 Kali dan Ekonomi Tumbuh: Bukti Sinergi BPKP di Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengapa Pengembang Pilih Surabaya Barat? Teori dan Strategi Kawasan Elit

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Model Pesawaran untuk Indonesia: Perhutanan Sosial sebagai Motor Ekonomi Lokal

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Pemprov Lampung Nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026, Indonesia Juara!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved