Lappung – Istri Wali Kota Banjarmasin belajar sulam tapis di HUT Apeksi 2022 Bandar Lampung pada Jumat, 27 Mei 2022.
Siti Wasilah belajar sulam tapis bersama pemilik House Tapis Citra, Desi, di stan pameran UMKM Pemkot Bandar Lampung, Grahawangsa.
Baca Juga : Kain Sebage Batik Pertama Masyarakat Lampung
“Susah, ternyata gak gampang. Gak ketemu dimana nusuknya. Harusnya saya pakai kacamata. Luar biasa. Tidak gampang,” ujar dia kagum.
Istri dari Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, belajar sulam tapis motif bintang perak.
Usai belajar sulam tapis selama hampir setengah jam, istri Wali Kota Banjarmasin ini mengajak masyarakat untuk mencintai kain nusantara produk dalam negeri.
“Jadi buat bapak/ibu yang mencintai kriya nusantara, kain-kain nusantara itu luar biasa, prosesnya tidak sederhana,” kata dia lagi.
Siti Wasilah mengaku dirinya sudah mengenal kain tapis Lampung sejak lama.
Seperti halnya kain sasirangan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, proses pembuatannya juga tidak mudah.
“Semuanya proses handmade yang tidak sederhana,” ujar dia.
Istri Wali Kota Banjarmasin ini mendapatkan kesan yang mendalam dari belajar sulam tapis.
Menurut dia, harga kain tapis Lampung memang sebanding dengan proses pembuatannya yang cukup lama.
“Kata Mas Menteri jadilah rombongan rojali, rombongan jadi beli, bukan rohali, rombongan hanya lihat-lihat. Aku lihat dulu ya nanti aku balik lagi,” kata istri Wali Kota Banjarmasin ini sembari tertawa.
Sementara Desi selaku pemilik House Tapis Citra mengaku senang bisa mengenalkan kain tapis produk UMKM Bandar Lampung kepada peserta HUT Apeksi 2022.
“Biar mereka tahu cara pembuatan tapis itu lama, jadi mereka harus mencoba,” ujar dia.
Baca Juga : Kain Tenun Sulam Jelujur Kekayaan Budaya Lampung
Desi berharap lewat proses belajar sulam tapis tersebut masyarakat bisa memahami bahwa harga kain tapis Lampung memang sebanding dengan proses pembuatannya.
“Mudah-mudahan mereka gak menawar karena memang tapis itu mahal, prosesnya lama,” tutup dia.
