Lappung – Jutaan jemaah haji termasuk asal Lampung bergerak ke Muzdalifah.
Setelah menunaikan wukuf di Arafah, jamaah haji asal Lampung melanjutkan perjalanan ibadah mereka dengan bergerak menuju Muzdalifah untuk melaksanakan mabit.
Baca juga : Jemaah Haji Lampung Wukuf di Tengah Cuaca Ekstrem
Perjalanan ini merupakan bagian dari rangkaian rukun haji yang wajib dilakukan oleh setiap jamaah.
Mulai pukul 11.00 WAS, setelah makan siang, seluruh jamaah baik laki-laki maupun perempuan menuju tenda tempat wukuf dilaksanakan.
Wukuf, yang dimulai saat tergelincir matahari waktu Zuhur hingga terbit fajar 10 Dzulhijjah, merupakan puncak dari pelaksanaan ibadah haji.
Dalam cuaca yang ekstrem dengan suhu mencapai 47 derajat celcius, sekitar 200 jemaah berkumpul dalam satu tenda.
Laki-laki berada di saf depan, sementara perempuan di saf belakang.
Meskipun panas terik matahari menyengat, semangat para jemaah tidak surut.
Bersama para petugas, mereka melantunkan takbir dan talbiyah:
Baca juga : Jemaah Haji Asal Lampung Timur Wafat di Mekkah
“Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk. La syarika laka“
Artinya: “Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.
“Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, kemuliaan, dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu”
Di tengah panasnya matahari yang terasa di atas kepala, kalimat-kalimat talbiyah terus dilantunkan.
Setelah itu, khutbah dilaksanakan dan dilanjutkan dengan shalat Zuhur dan jamak Ashar.
Jemaah kemudian melanjutkan talbiyah hingga matahari terbenam.
