Lappung – Tanaman karet milik PTPN VII mulai pulih dari penyakit gugur daun.
Karet, salah satu komoditas yang diusahakan PTPN VII mulai pulih dari virus pestalotiopsis yang menyerang beberapa tahun lalu.
Baca juga : Dadang Hermawan Jadi Kadiv Akuntan dan Keuangan PTPN XI
Virus yang menyerang daun sehingga gugur sebelum masak membuat produktivitas getah menurun tajam.
Sementara, formula untuk mengatasi penyakit yang menyebar melalui angin itu belum ditemukan yang pas.
Pernyataan itu disampaikan Senior Executive Vice President (SEVP) Operation PTPN VII Budi Susilo di sela pembukaan Lomba Sadap tingkat PTPN VII di Unit Way Lima, Pesawaran.
Ia mengatakan, momen pulihnya kesehatan tanaman ini harus dimanfaatkan secara maksimal.
“Kita tahu, sejak 2019 hampir seluruh karet (tanaman karet) kita kena pesta (virus pestalotiopsis). Tetapi, sekarang sudah terlihat pulih.
Karet PTPN VII pulih dari penyakit gugur daun
“Meskipun belum semua, tingkat keguguran daun yang tidak normal tinggal 8-10 persen. Ini harus kita kejar produksinya,” kata dia, Senin, 7 Agustus 2023.
Lomba Sadap
Budi menjelaskan, bahwa lomba sadap bagi PTPN VII bukan sekadar mencari juara.
Baca juga : PT Optima Nusa Tujuh Produksi Batu Split Terbaik Sumatera
Sebab, kecakapan menyadap yang sesuai dengan prosedur operasional baku atau SOP adalah wajib bagi semua penyadap.
Oleh karena itu, ia meminta siapapun juaranya dalam lomba ini harus menjadi role model bagi semua penyadap di seluruh unit PTPN VII.
“Lomba ini bukan sekadar kejuaraan, tetapi keteladanan atau role model.
“Seharusnya semua penyadap melakukan penyadapan seperti yang dilakukan para juara di perlombaan ini,
“Oleh karena itu, saya minta para peserta yang merupakan juara-juara di tingkat unit harus mencontohkan kepada semua penyadap di unitnya masing-masing,” jelasnya.
Lomba sadap karet yang menjadi agenda rutin setiap bulan Agustus, sebagai ajang pemutakhiran cara sadap, juga silaturahmi dan memeriahkan HUT Republik Indonesia.
Dimulai pukul 6.00 WIB, suasana semangat tergugah ketika acara dibuka dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya secara serentak.
Diikuti 55 peserta dari 11 Unit Kerja yang mengusahakan Karet di Lampung, Sumsel, dan Bengkulu.
Selain Budi Susilo, lomba juga dihadiri Kabag Ops. I Danil Solikhin, Ops II Wiyoso, Kabag SDM Hidayat, dan para Manajer Unit yang mengusahakan karet.
Lomba tidak hanya diikuti para penyadap, tetapi juga para mandor sadap, dan asisten tanaman.
Kategori peserta lomba sadap, yaitu penyadap, mandor sadap dan asisten tanaman.
