Lappung – Prodi Strata 1 Kedokteran UM Metro tinggal selangkah lagi.
Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin dan Wakil Wali Kota Qomaru Zaman, menerima audiensi Universitas Muhammadiyah (UM) Metro.
Baca juga : UM Metro Tekan Angka Pengangguran
Audiensi tersebut bertujuan untuk membahas tentang pendirian Prodi S1 Fakultas Kedokteran yang akan didirikan oleh Universitas Muhammadiyah Metro.
Rektor UM Metro, Nyoto Suseno, menjelaskan bahwa permohonan pendirian prodi baru tersebut sudah diajukan ke pusat.
Tepatnya kepada Direktorat Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kemendikbud Ristek.
Ia menjelaskan terkait lokasi rumah sakit pendidikan Universitas Muhammadiyah Metro akan ditentukan oleh Kementerian Kesehatan.
“Ini sedang dalam tahapan proses untuk mengajukan fakultas kedokteran dan untuk SDM-nya walaupun belum seratus persen tetapi sudah mencukupi kuota.
Baca juga : Aktor Verrel Bramasta Jadi Mahasiswa IIB Darmajaya
“Untuk Fakultas Kedokteran, pendamping kita menggandeng Universitas Lampung,” kata Nyoto, Selasa, 15 Agustus 2023.
Di jurusan lain, Nyoto juga menyampaikan bahwa pada bulan September 2023 Universitas Muhammadiyah Metro akan menerima 4 mahasiswa asing.
Mereka berasal dari negara Thailand, Nigeria, dan Kenya.
Serta menerima perputaran mahasiswa dari seluruh kampus di Indonesia berjumlah 49 orang selama 1 semester dan membuka sistem belajar dari dalam maupun luar kelas.
Kedokteran UM Metro selangkah lagi
Sementara itu, Wahdi Siradjuddin, turut menyambut baik atas gigihnya Universitas Muhammadiyah Metro untuk mendirikan Fakultas Kedokteran.
Baca juga : Calon Mahasiswa Baru Itera Keluhkan Biaya UKT
Wahdi juga mengaku, sistem pendidikan di Muhammadiyah sudah tidak diragukan lagi.
“Saya menyambut baik karena saya yakin bahwa UM Metro akan mendirikan Fakultas Kedokteran, dimulai dari administrasi yang sudah berlangsung.
“Beruntunglah Metro dalam 9 programnya menetapkan Rumah Sakit Ahmad Yani sebagai rumah sakit pendidikan untuk fakultas kedokteran,” ucap Wahdi.
Wahdi juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa luar negeri yang ingin meneruskan pendidikannya ke Kota Metro.
“Pemkot Metro akan membantu untuk meminjamkan aset untuk tempat tinggal dan kepengurusan dokumen,” tandasnya.
Tentang UM Metro
Sekadar informasi, UM Metro pada mulanya merupakan pengintegrasian dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Metro.
Lalu, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Metro, Sekolah Tinggi Teknik (STT) Muhammadiyah Metro dan Sekolah Tinggi Ilmu Ushuludin Muhammadiyah Metro.
Hal itu sesuai dengan surat nomor: 01173/0/1991 tanggal 30 maret 1991.
Tentang pengintegrasian dan perubahan bentuk dari 3 sekolah tinggi di lingkungan Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah II.
Dan 1 sekolah tinggi di lingkungan Koordinasi Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) wilayah VII menjadi Universitas Muhammadiyah Metro.
UM Metro saat ini telah memiliki 5 fakultas dengan 14 Program Studi dan 3 Diploma serta Program Pascasarjana dengan 3 Prodi.
Perkembangan UM Metro senantiasa didukung dengan program pembangunan gedung perkuliahan yang berkelanjutan.
Dan peningkatan jenjang pendidikan dosen melalui beasiswa pendidikan doktoral maupun magister
Baca juga : Mahasiswa KKN Unila-Siger Berjaya Agen Perubahan





Lappung Media Network