Jalur Pendakian
Jalur pendakian via Kota Batu ini terbilang jalur yang cukup mudah bagi para pendaki dibandingkan jalur via Lumbok.
Meskipun terbilang mudah, jalur ini tetap tidak bisa diremehkan.
Suara burung dan derikan jangkrik di antara pepohonan yang lebat nan asri juga mengiringi langkah kami ketika mendaki.
Di jalur ini juga ada beberapa tempat yang menjadi ikon tersendiri, seperti tanjakan 45, tanjakan 17 dan hutan bambu.
Baca juga : Kampoeng Vietnam Destinasi Wisata Trail
Tak lupa juga ada Goa Batu yang ada vibes atau sensasi tersendiri saat melewati nya.
Untuk bisa mencapai ke puncak Gunung Seminung itu estimasi normal perjalanannya sekitar 4 jam berjalan vertikal.
Tetapi sebenarnya itu tergantung dari kondisi fisik dari setiap pendaki dan kondisi alam tersebut.
Bisa dibilang kalau sewaktu mendaki sedang turun hujan itu membuat trek pendakian menjadi licin.
Dan jelas ini menjadi penghambat bagi para pendaki untuk bisa cepat sampai di puncak Gunung Seminung
Keindahan dan sensasi mendaki Gunung Seminung
Gunung Seminung juga memiliki pemandangan yang sangat mempesona jika dilihat dari atas.
Apalagi kalau cuaca lagi cerah, hamparan luas Danau Ranau siap memanjakan mata para pendaki atau pengunjung Gunung Seminung.
Di bawah kaki gunung ini, tepatnya di Danau Ranau juga memiliki pemandian air hangat.
Banyak dari pendaki Gunung Seminung memanfaatkan pemandian air hangat ini.
Baik untuk merelaksasikan tubuh ataupun karena alasan lain.
Baca juga : Air Terjun Batu Lapis Potensi Pariwisata Pesawaran
Tapi hal ini juga lah menurut penulis yang menjadi daya tarik tersendiri dari Gunung Seminung.
Penulis : Muhammad Ismail, Mahasiswa Prodi Jurnalistik UIN Raden Fatah Palembang





Lappung Media Network