Lappung – Kematian kelima akibat serangan Harimau petani kopi di Lambar jadi korban terbaru.
Nasib tragis menimpa Sudarso (50), seorang petani penggarap kopi di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Talang Lobang, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat (Lambar).
Baca juga : Ekosistem TNBBS Terancam, Konflik Harimau-Manusia Tak Terhindarkan
Ia ditemukan tewas pada Selasa, 27 Mei 2025, sekitar pukul 09.00 WIB, dengan dugaan kuat menjadi korban serangan harimau saat berkebun.
Peristiwa ini menambah daftar panjang korban jiwa akibat konflik dengan satwa liar di wilayah tersebut, menjadikannya kematian kelima sejak akhir tahun 2024.
Korban, yang merupakan penggarap kopi musiman asal Karang Randu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, ditemukan dalam kondisi mengenaskan.
Kepala Desa (Peratin Pekon) Sumber Alam, Husain, mengungkapkan bahwa tubuh korban tidak utuh dan beberapa bagian tubuhnya bahkan belum berhasil ditemukan.
“Korban ditemukan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Jasadnya tidak lagi utuh,” ujar Husain, dikutip pada Rabu, 28 Mei 2025.
Baca juga : Teror Harimau Kembali Menghantui Lampung Barat, Petani Tewas Mengenaskan
Lokasi penemuan jasad Sudarso berjarak sekitar 50 meter dari gubuk sederhana tempatnya tinggal seorang diri, yang berdekatan dengan kebun kopi yang digarapnya.
Menurut Husain, Sudarso sudah tidak terlihat beraktivitas selama 2 hari terakhir.
“Beliau ini penduduk musiman, tinggalnya sendirian di gubuk. Sudah 2 hari tidak kelihatan, sampai akhirnya warga lain yang juga penggarap berinisiatif mencari dan menemukannya dalam kondisi demikian,” jelas Husain.
Ia menambahkan bahwa Sudarso telah cukup lama menggarap kebun kopi secara musiman di wilayah Pekon Sukadamai, Talang Lobang.
Meskipun adiknya, Triono, juga berkebun di lokasi yang sama, mereka tinggal terpisah.
Kematian Kelima Akibat Serangan Harimau Petani Kopi di Lambar Jadi Korban Terbaru
Diketahui, penemuan jasad korban berawal dari kekhawatiran sesama petani penggarap yang tidak melihat Sudarso selama 2 hari.
Baca juga : Lampung Catatkan Rekor Penyitaan Satwa Liar Tertinggi di Indonesia
Setelah dilakukan pencarian oleh warga setempat, potongan tubuhnya ditemukan di area semak-semak, tak jauh dari tempat tinggalnya.
Dugaan awal mengarah pada serangan satwa liar, khususnya harimau sumatera, yang kerap berkeliaran di kawasan hutan TNBBS.
Wilayah ini memang dikenal sebagai habitat alami berbagai jenis hewan buas.
Data menunjukkan, sejak akhir tahun 2024 hingga pertengahan tahun 2025 ini, tercatat sudah 5 orang meninggal dunia akibat serangan harimau di Lampung Barat.
Sebelumnya, pada 21 Januari 2025, seorang warga Pekon Kegeringan, Kecamatan Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat, juga tewas dengan dugaan serupa saat berkebun di Talang Kubu Balak, Dusun Way Lipu.
Baca juga : Heboh! Kucing Emas Dikira Harimau di Perkebunan PTPN Wayberulu Pesawaran





Lappung Media Network