Lappung – Kemiskinan di perkotaan Lampung menurun tapi pedesaan alami kenaikan.
BPS Provinsi Lampung melaporkan penurunan angka kemiskinan di wilayah perkotaan pada September 2024.
Baca juga : Infrastruktur Jadi Kendala Utama Pengentasan Kemiskinan di Lampung
Namun, kondisi berbeda terjadi di pedesaan yang justru mengalami sedikit peningkatan.
Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Lampung, Febiyana Qomariyah, mengungkapkan jumlah penduduk miskin di Lampung pada September 2024 mencapai 939,30 ribu orang.
Angka ini turun sebesar 1,9 ribu orang dibandingkan Maret 2024, yang mencerminkan penurunan 0,07 persen.
“Penurunan ini lebih signifikan bila dibandingkan dengan Maret 2023, di mana penduduk miskin berkurang sebanyak 31,37 ribu orang atau 0,49 persen,” ujar Febiyana, Rabu, 15 Januari 2025.
Penurunan di Perkotaan
Menurut Febiyana, persentase penduduk miskin di perkotaan pada September 2024 mencapai 7,91 persen, turun 0,27 persen dibandingkan Maret 2024.
Baca juga : Lampung Tengah Genjot Penghapusan Kemiskinan Ekstrem
Penurunan ini setara dengan 4,50 ribu jiwa, dari 244,04 ribu orang pada Maret menjadi 239,51 ribu orang di September 2024.
“Penurunan ini menunjukkan bahwa program penanggulangan kemiskinan di wilayah perkotaan cukup efektif.
“Akses terhadap layanan dasar dan kesempatan ekonomi lebih baik menjadi faktor pendorong,” tambahnya.
Kenaikan di Pedesaan
Berbeda dengan perkotaan, penduduk miskin di pedesaan justru meningkat sebesar 0,07 persen.
Jumlah penduduk miskin naik dari 697,19 ribu orang pada Maret 2024 menjadi 699,80 ribu orang pada September 2024.
“Persentase penduduk miskin di pedesaan mencapai 12,04 persen.
“Kenaikan ini disebabkan oleh keterbatasan akses ekonomi dan infrastruktur di wilayah pedesaan,” jelas Febiyana.
Garis Kemiskinan dan Kondisi Rumah Tangga
BPS mencatat garis kemiskinan di Lampung pada September 2024 sebesar Rp599.018 per kapita per bulan.
Baca juga : 941 Ribu Warga Lampung Hidup Miskin
Komposisi garis kemiskinan ini terdiri dari Rp448.211 untuk kebutuhan makanan dan Rp150.807 untuk kebutuhan non-makanan.
“Rata-rata rumah tangga miskin di Lampung memiliki 4,71 anggota.
“Dengan demikian, garis kemiskinan per rumah tangga mencapai Rp2.821.375 per bulan,” ungkap Febiyana.
Kemiskinan di Perkotaan Lampung Menurun, Pedesaan Alami Kenaikan
Kondisi ini menunjukkan adanya perbedaan tantangan antara perkotaan dan pedesaan dalam upaya pengentasan kemiskinan.
Pemerintah diharapkan memperluas jangkauan program-program penanggulangan kemiskinan, khususnya di wilayah pedesaan yang masih menghadapi keterbatasan akses ekonomi.
“Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan pemerataan pembangunan.
“Dengan begitu, kemiskinan di Lampung dapat terus ditekan,” tutup Febiyana.
Baca juga : Rokok Kretek Filter Penyumbang Terbesar Kemiskinan





Lappung Media Network