Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Kerja Sama Nuklir dan Alutsista Indonesia-Pakistan, Era Baru Hubungan Bilateral.
Kerja Sama Nuklir dan Alutsista Indonesia-Pakistan, Era Baru Hubungan Bilateral
Oleh: Mahendra Utama*
Dari CPO ke Teknologi Tinggi
Di balik hiruk-pikuk perdagangan CPO, hubungan Indonesia-Pakistan telah bertransformasi menjadi kemitraan strategis yang mencakup teknologi nuklir, alutsista, dan energi. Ini bukan sekadar jual-beli, melainkan lompatan kualitatif yang patut dicermati.
Transfer Teknologi Nuklir untuk PLTN
April 2025 menjadi momen bersejarah. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menandatangani kerja sama dengan Pakistan Atomic Energy Commission (PAEC) yang fokus pada pengujian non-destruktif dan integritas struktural dalam riset nuklir.
PAEC telah mengoperasikan hampir enam PLTN di Pakistan dan menyatakan kesiapan membantu Indonesia.
BAPETEN pun melakukan kunjungan teknis ke Pakistan Nuclear Regulatory Authority pada Desember 2025 untuk memperkuat kapasitas SDM pengawas PLTN.
Alutsista dan Latihan Militer Bersama
Sektor pertahanan menjadi sorotan. Indonesia dikabarkan menjajaki pembelian 40 unit jet tempur JF-17 Thunder buatan Pakistan.
Hubungan militer semakin erat dengan latihan gabungan Shaheen Strike-II selama 12 hari pada November 2025 yang fokus pada operasi kontra-terorisme.
Bahkan, pada Juni 2026, TNI AL dan Angkatan Laut Pakistan sepakat memperkuat kerja sama keamanan maritim.
Kerja Sama Energi dan Gas
Di sektor energi, Pertamina telah menandatangani komitmen kontrak pasokan LNG ke Pakistan LNG Limited, membuka peluang usaha patungan di eksplorasi minyak dan gas.
Ikatan Historis yang Mengakar
Dubes Pakistan Zahid Hafeez Chaudhri mengingatkan, “Pakistan dan Indonesia adalah dua negara sahabat yang bersaudara. Hubungan kita sudah terjalin bahkan sebelum kemerdekaan kedua negara”.
Era baru kemitraan ini bukan sekadar transaksi, melainkan manifestasi solidaritas dua bangsa Muslim terbesar. (*)
————————–‐—————————————-
* Penulis: Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan.




Lappung Media Network