Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya mendorong investasi untuk meningkatkan nilai tambah melalui hilirisasi produk primer.
Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat petani.
Baca juga : Joss! Lampung Bakal Punya Stadion Berstandar FIFA
Arinal pun mengungkapkan data Kementerian Investasi Republik Indonesia/BKPM.
Itu mengenai realisasi investasi di Provinsi Lampung sampai dengan bulan September tahun 2023 yang tercatat sebesar Rp7,9 triliun.
Dengan total proyek sebanyak 4.970, terdiri dari 701 proyek PMA dan 4.269 proyek PMDN.
“Proyek-proyek tersebut sanggup menyerap Tenaga Kerja Indonesia sebanyak 15.042 orang,” jelas Arinal.
Melalui acara Investment Summit 2023 ini, Arinal menawarkan Lampung telah buka keran peluang proyek investasi
Yaitu, Kawasan Wisata Terpadu Bakauheni Harbour City, Waste to Energy TPA Bakung, Dermaga Labuhan Maringgai.
Lalu, PLTS Terapung Bendungan Margatiga dan Bendungan Way Jepara, serta Taman Wisata Way Tebabeng.
“Kami menunggu dan mengundang anda para investor untuk dapat berinvestasi di Lampung,” ungkapnya.
Sementara, Pj Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, pun menyambut baik inisiatif dari Pemerintah Provinsi Lampung.
Ia menyatakan bahwa keberlanjutan investasi, ketahanan pangan, serta kerjasama antar daerah berperan penting di tengah konflik geopolitik global.
Sedangkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Budiono menyampaikan harapan serupa.
Menurutnya, forum ini dilaksanakan dalam rangka mendukung ekonomi berkelanjutan yang berorientasi kepada lingkungan.
Serta memberikan multiplier effect bagi peningkatan ekonomi secara luas.
Selain promosi investasi, juga dilaksanakan Penandatanganan MoU kerjasama antar daerah, antara Provinsi Lampung dengan Provinsi Bali.
Kerja sama ini mencakup sektor perdagangan, pariwisata, usaha kecil mikro, peternakan, perkebunan, tanaman pangan serta perikanan tangkap maupun budidaya perikanan.
Kerja sama ini bertujuan meningkatkan nilai transaksi dan kualitas mutu barang produksi hasil industri kecil dan menengah di masing-masing daerah.
Menjaga ketersediaan bahan baku produksi pertanian, peternakan, dan perikanan, meningkatkan kunjungan wisata domestik maupun mancanegara.
Sampai dengan memacu pertumbuhan investasi di masing-masing daerah.
Kemudian diteruskan dengan penandatangan Kesepakatan Transaksi Antara Pelaku Usaha Lampung dan Pelaku Usaha Bali dengan total transaksi senilai Rp8.713.500.000.
Sekadar informasi, Lampung Investment Summit 2023 terdiri dari rangkaian acara project presentation.
Presentasi itu dari Bakauheni Harbour City, Labuhan Maringgai Domestic Pier, Way Tebabeng, dan Renewable Energy TPA Bakung.
Menjadi penutup kegiatan adalah acara one on one meeting antara project owner dengan investor dari Jepang, Tiongkok, dan investor domestik.
Baca juga : PT Nestle Indonesia dan Apindo Bahas Pengembangan Investasi





Lappung Media Network