Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Gaya Hidup » Lapo Boru Allagan Lampung

    Lapo Boru Allagan Lampung

    Editor by Editor
    02/10/2022
    in Gaya Hidup
    Lapo Boru Allagan Lampung

    Berbagai menu makanan khas Batak yang ditawarkan oleh Lapo Boru Allagan di Jalan By Pass Soekarno-Hatta, Way Halim, Kota Bandar Lampung, Minggu (2/10). Foto: Josua Napitupulu

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Tidak banyak masyarakat yang tahu kalau kesuksesan rumah makan khas Batak milik J Nainggolan, Lapo Boru Allagan Lampung berawal dari Shio.

    Baca Juga : GAMKI Tulangbawang Resmi Terbentuk

    Rumah makan khas Batak ini beralamat di Jalan By Pass Soekarno-Hatta Nomor 27, Perumnas Way Halim, Kecamatan Way Halim, Kota Bandar Lampung, Lampung.

    “Kita buka rumah makan sejak tahun 2010. Dulu di Kota Sepang. Pindah kemari tahun 2015,” kata J Nainggolan saat ditemui di lapo miliknya, Way Halim, pada Minggu, 2 Oktober 2022.

    Lapo atau rumah makan khas Batak ini selalu ramai dikunjungi pelanggan, terlebih pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu.

    Setiap hari buka dari pukul 09.00-20.00 Wib, namun di hari Minggu tutup hingga pukul 21.00 Wib.

    Nainggolan menuturkan awal mula berdirinya usaha restoran Batak yang dirintis bersama istrinya H boru Siallagan.

    Pria paruh baya asal Dolok Sanggul, Sumatera Utara, ini merantau ke Lampung di tahun 1985, usai menamatkan pendidikan SMA.

    “Waktu itu saya bekerja di Sucofindo cabang Lampung,” kata dia.

    Sepuluh tahun kemudian, lanjut dia, tepatnya tahun 1995, dia menikah dengan H boru Siallagan.

    Wanita asal Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, yang sempat mengenyam pendidikan di salah satu SMA di daerah Natar, Lampung Selatan, yang berbatasan dengan Kota Bandar Lampung.

    Pernikahan mereka dikaruniai tiga orang anak.

    “Namun di tahun 2002, saya di-PHK, pensiun dini dari Sucofindo,” ujar Nainggolan.

    Saat itu, perusahaan tempatnya bekerja selama lebih dari 17 tahun memberikan pesangon sebesar Rp200 juta.

    “Uang itu saya jadikan modal. Dari usaha angkot, usaha pasar, sampai usaha kayu. Gagal. Uang pensiun Rp200 juta habis entah kemana,” kata dia.

    Untuk menghidupi keluarga, lanjut dia, sang istri H boru Siallagan membuka katering kecil-kecilan untuk pesanan arisan. Sementara Nainggolan membuka Lapo Tuak.

    Dan kisah Lapo Boru Allagan ini dimulai tahun 2010, bersamaan dengan Nainggolan membuka usaha Lapo Tuak.

    “Gak ada yang menandingi tuak kita, se-Lampung ini! Karena saya menyadap sendiri. Dijamin asli sejuta persen!” Kata dia bersemangat.

    J Nainggolan menuturkan dirinya maragat (menyadap) tuak dari pohon bagot (sejenis pohon aren atau enau), kala itu, banyak tumbuh di daerah Gunung Camang, Tanjung Gading, Kota Bandar Lampung.

    “Bukan dari kebun sendiri, tapi perumahan orang Cina yang banyak saya kenal. Di sepanjang perumahan mereka banyak pohon aren. Saya panjat,” ujar dia.

    Pertemanan dengan WNI keturunan Tionghoa ini, kata dia, sudah terjalin saat dirinya bekerja di Sucofindo Lampung.

    Pada hari Nainggolan menyadap tuak, dia berbincang-bincang dengan teman Tionghoanya.

    “Saya sharing dengan dia. ‘Saya sudah buka usaha begini kok gagal ya,” tutur dia.

    Kawan Tionghoanya menjawab Nainggolan, “Memang gak cocok.”

    “Jadi cocoknya apa?” Balas Nainggolan lagi.

    “Lu mataharinya dari rumah,” ujar sahabatnya.

    Singkat cerita, kata Nainggolan, dia memberitahukan hasil obrolan dengan temannya itu kepada istrinya, H boru Siallagan.

    “Saya sampaikanlah kepada orang rumah (baca istri). Saya ingat bintangnya, Shio Api. Nah, itulah awalnya kita buka warung ini. Dan mereknya, merek dia (istri), bukan (marga) saya, Lapo Boru Allagan,” jelas Nainggolan.

    Ucapan sobat lamanya terbukti saat kali pertama membuka rumah makan di kontrakan daerah Kota Sepang.

    “Awalnya kan kita ngontrak di Kota Sepang. Setelah sebulan, dua bulan, tiga bulan, mulai kelihatan (hasilnya). Setahun, dua tahun, tiga tahun, tambah nyata. Jadi bisa makan dari usaha ini lah,” tutur dia.

    “Jadi, tuak ini maju, kita buka rumah makan. Puji Tuhan!” Lanjut dia.

    Memasuki tahun keempat, kata Nainggolan, usaha rumah makannya terpaksa pindah ke alamat yang sekarang.

    “Jalan dari tiga tahun mau ke empat tahun, kontrakan di Kota Sepang habis. Pindahlah ke sini tahun 2015,” ujar dia.

    Rumah makan Lapo Boru Allagan Lampung berawal dari shio ini menawarkan berbagai macam menu makanan khas Batak yang diolah dari daging B2 (babi), B1 (anjing), dekke (ikan mas).

     

    Lapo Boru Allagan Lampung
    Istri J Nainggolan, H boru Siallagan, saat melayani para pelanggan Lapo Boru Allagan di Jalan By Pass Soekarno-Hatta, Way Halim, Kota Bandar Lampung, Minggu (2/10). Foto: Josua Napitupulu

    Ada Panggang B2; Sangsang B1&B2; Tanggo-Tanggo B2, Dekke Arsik; Dekke Tombur; Kecap B2; Naniura; dan Ayam Pinadar.

    Nainggolan menyampaikan kebutuhan daging setiap harinya mencapai 30-45 Kg, ikan mas 5 Kg, dan ayam tiga ekor.

    Baca Juga : Manfaat Minum Air Putih Saat Perut Kosong

    Namun, tuak hasil sadapannya yang sudah dikenal banyak orang dengan terpaksa dihentikannya pada tahun 2017.

    “Tuak saya sudah kemana-mana, tapi sejak tahun 2017, saya stroke, makanya berhenti menyadap. Fokuslah di Lapo Boru Allagan ini,” pungkas J Nainggolan.

    Via: Josua Napitupulu
    Tags: Kuliner Batak di LampungLapo Boru Allagan Lampung
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Gubuk Literasi Lampung Kenalkan Batik Sejak Usia Dini

    Next Post

    Polsek Terbanggi Besar Tangkap Pengeroyok Sopir Truk

    Related Posts

    Mengenal Keris sebagai Warisan Budaya Nusantara
    Gaya Hidup

    Mengenal Keris sebagai Warisan Budaya Nusantara: Nilai Sejarah, Seni dan Filosofi yang Sarat Makna

    30/05/2026
    5 Cara Menghilangkan Bau Mulut Permanen
    Gaya Hidup

    5 Cara Menghilangkan Bau Mulut Permanen: Solusi Tepat dan Tepercaya

    29/05/2026
    Inilah 6 Perbedaan BPJS dan Asuransi Swasta
    Gaya Hidup

    Inilah 6 Perbedaan BPJS dan Asuransi Swasta yang Wajib Anda Tahu!

    28/05/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Ulasan Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

      Ulasan Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini: Fondasi Membentuk Generasi Cerdas dan Mandiri

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 10 Cara Menurunkan Berat Badan Alami dan Sehat dalam 30 Hari: Terbukti Efektif!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Inilah 6 Perbedaan BPJS dan Asuransi Swasta yang Wajib Anda Tahu!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Dari Jerat ke Kehidupan: Kisah Penyelamatan dan Peran Pemprov Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 5 Cara Menghilangkan Bau Mulut Permanen: Solusi Tepat dan Tepercaya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 10 Oleh-Oleh Khas Lampung yang Wajib Dibeli: Murah dan Tahan Lama!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved