Suhu panas yang ekstrem, kepadatan jamaah, dan kondisi fisik yang sudah lelah setelah serangkaian ritual sebelumnya tidak menyurutkan semangat para jamaah.
“Subhanallah, meski lelah dan panas, kami tetap bersemangat untuk menyelesaikan ibadah ini,” ujar Yusdiyanto, jemaah asal Provinsi Lampung, Senin, 17 Juni 2024.
Ritual lempar jumrah bukan hanya menguji kekuatan fisik, tetapi juga kebersamaan, kesabaran, dan keikhlasan.
Baca juga : Jemaah Haji Asal Lampung Timur Wafat di Mekkah
Dalam kepadatan dan panas terik, jemaah dituntut untuk saling membantu dan menjaga satu sama lain.
“Ini adalah ujian kebersamaan dan kesabaran kami. Semoga semua jamaah dapat melaksanakan ibadah ini dengan lancar dan selamat,” tambah Yusdiyanto.
Bagi para jemaah, menyelesaikan ritual lempar jumrah merupakan langkah akhir yang menandai puncak dari seluruh rangkaian ibadah haji.
Lempar Jumrah: Langkah Akhir Jemaah Haji di Mina
Dengan melontar batu-batu kecil tersebut, mereka tidak hanya menjalankan perintah Allah, tetapi juga merasakan kedekatan spiritual yang mendalam.
Seiring dengan berakhirnya rangkaian ritual haji ini, para jemaah berharap mendapatkan haji yang mabrur dan kembali ke tanah air dengan membawa kedamaian dan keberkahan.
“Semoga Allah menerima haji kami dan mengembalikan kami ke keluarga kami dengan selamat dan penuh berkah,” tutup Zainal, seorang jemaah dari Bandarlampung.
Ibadah haji adalah perjalanan yang penuh dengan makna dan pengorbanan, dan ritual lempar jumrah di Mina menjadi simbol dari keteguhan iman dan ketulusan hati para jamaah.
Baca juga : Hilang Saat Cari Sinyal, Jemaah Haji Asal Lampung Utara Akhirnya Ditemukan
