Lappung – M Atras Mafazi minta petani jangan diam bila tak ada yang menjamin ketersediaan benih, pupuk, pestisida dan harga yang pantas di saat panen.
Siapa yang akan melanjutkan pergi ke sawah dan ladang, jika bertani tak menjamin sejahtera?
Apa yang akan digarap jika lahan sudah beralih fungsi?
Baca juga : Profil Lengkap Ratih Puspa Sari, Caleg Gerindra DPRD Pesawaran
Hal di atas merupakan salah satu contoh yang menjadi sorotan M Atras Mafazi seorang calon legislatif (caleg) DPR RI Dapil Lampung 1 dari Partai Gerindra.
Tujuan M Atras Mafazi Menjadi Anggota DPR RI
Saat ini, pemerintah sudah banyak mengeluarkan kebijakan dan anggaran untuk meningkatkan pertanian, terutama adalah program swasembada pangan.
Namun, masalah pertanian begitu besar dan serius, sehingga dibutuhkan kerja keras baik pemerintah maupun DPR.
Tantangan utama adalah masalah kesejahteraan petani, dimana tingkat kemiskinannya masih tinggi.
Dan hal itu mengancam regenerasi petani serta ketersediaan lahan pertanian yang terus mengalami alih fungsi.
Peran menjadi DPR RI, menurut Atras sangat penting, terutama menyuarakan aspirasi petani.
DPR bisa memperbaiki peraturan perundang-undangan agar lebih berpihak pada nasib petani.
Seperti memperluas akses petani untuk mendapatkan modal, mendapatkan benih, pupuk, pestisida yang bermutu, juga alat dan teknologi yang merata.
Termasuk kemudahan akses menuju pasar dari lahan pertanian.
DPR, di mata Atras, bisa mendorong “rencana besar” seperti negara lain yang pertaniannya maju. Pertanian yang didukung infrastruktur dan teknologi, sehingga produksi bisa lebih besar dan lebih efisien.
Dan ini hanya memungkinkan jika lahan terintegrasi menjadi hamparan.
Atas dasar itulah, Atras berjuang menjadi anggota DPR RI.
