Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Saburai » Menata Kawasan Hutan Lampung dan Konflik Agraria

    Menata Kawasan Hutan Lampung dan Konflik Agraria

    Editor354 by Editor354
    16/09/2026
    in Saburai
    Menata Kawasan Hutan Lampung

    Ilustrasi: OpiniMahe: Menata Kawasan Hutan Lampung dan Konflik Agraria. (Sumber Foto: Dok. Lappung.COM).

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi terkini, yang mengulas tentang: Menata Kawasan Hutan Lampung dan Konflik Agraria.

     

    Menata Kawasan Hutan Lampung: Dari Konflik ke Reforma Agraria
    Oleh: Mahendra Utama*

    Realitas Hutan Register yang Telah Berubah

    Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengungkap fakta mengejutkan: dari total 1 juta hektare kawasan hutan di Lampung, sekitar 500 ribu hektare telah beralih fungsi menjadi permukiman padat yang dilengkapi fasilitas publik.

    “Sudah ada desa, sudah ada puskesmas, dan macam-macam lah, sudah berwujud hampir mirip kota,”  jelasnya.

    Kondisi ini telah berlangsung puluhan tahun dan sulit direstorasi secara total, sehingga memerlukan skema regulasi penataan legalitas yang realistis.

    Konflik Agraria sebagai Cermin Ketimpangan Struktural

    Terdapat 47 konflik agraria yang terpetakan di Provinsi Lampung, dan sekitar 45 persen telah ditangani melalui skema PP Nomor 26 Tahun 2021.

    Dalam kerangka teori konflik agraria, Christodoulou menyatakan bahwa “Agrarian Reform is the offspring of Agrarian Conflict” reforma agraria lahir dari konflik agraria itu sendiri.

    Konflik di Lampung bersumber dari ketimpangan penguasaan lahan, inkonsistensi tata ruang, dan lemahnya penegakan kewajiban pemegang konsesi.

    Optimalisasi Aset dan Perlindungan Masyarakat

    Penertiban kawasan hutan juga menyangkut keadilan distributif. Pemerintah telah mencabut HGU seluas 85.244 hektare yang dikuasai PT Sugar Group Companies di Lampung.

    Langkah ini membuka ruang bagi redistribusi lahan kepada masyarakat, sebagaimana diamanatkan prinsip fungsi sosial tanah.

    Namun, pencabutan HGU tanpa skema pemanfaatan yang jelas berisiko menciptakan kekosongan pengelolaan. Pemerintah daerah harus dilibatkan dalam merancang pemanfaatan aset tersebut agar benar-benar memberikan manfaat bagi kesejahteraan rakyat dan peningkatan PAD.

    Reforma Agraria sebagai Jalan Keluar

    Penyelesaian persoalan hutan register di Lampung menuntut pendekatan yang mengombinasikan kepastian hukum, keadilan distributif, dan keberlanjutan lingkungan.

    Lipton menegaskan bahwa land reform adalah “laws with the main goal of reducing poverty by substantially increasing the proportion of farmland controlled by the poor, and thereby their income, power or status”.

    Dengan mempercepat deliniasi kawasan hutan register dan melibatkan pemerintah daerah secara aktif, Lampung dapat mentransformasi konflik berkepanjangan menjadi fondasi reforma agraria yang berkeadilan. (*)
    ——————————————————-‐———
    * Penulis; Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.

    Via: M.Satria
    Tags: #MahendraUtama#PemerhatiPembangunanHutanRegisterKeadilanSosialKonflikAgrariaLampungOpiniMaheReformaAgraria
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Respons Cepat Pertamina Gas Tangani Lumpur Proyek Pipa di Cikarang

    Related Posts

    Respons Cepat Pertamina Gas Tangani Lumpur Proyek
    Saburai

    Respons Cepat Pertamina Gas Tangani Lumpur Proyek Pipa di Cikarang

    15/09/2026
    Jalan Baru Perhutanan Sosial Pesawaran
    Saburai

    IAD dan KUPS Enterprise: Jalan Baru Perhutanan Sosial Pesawaran

    14/09/2026
    CBG Limbah Sawit Perkuat Ketahanan Energi Nasional
    Saburai

    CBG Limbah Sawit Perkuat Ketahanan Energi Nasional

    13/09/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • 7 Jenis Pamor Keris yang Paling Terkenal

      7 Jenis Pamor Keris yang Paling Terkenal: Mengenal Keindahan dan Filosofi di Balik Bilah Pusaka Nusantara

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengapa Penerbangan Lampung-Bandung Wings Air Berhenti?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kota Baru dan Masa Depan Ibu Kota Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • CBG Limbah Sawit Perkuat Ketahanan Energi Nasional

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Lampung Selatan Untung Rugi Lepas 9 Desa

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • IAD dan KUPS Enterprise: Jalan Baru Perhutanan Sosial Pesawaran

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved