Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Saburai » Modernisasi Pertanian: Jembatan Pemerataan Ekonomi dan Kesejahteraan Petani Lampung

    Modernisasi Pertanian: Jembatan Pemerataan Ekonomi dan Kesejahteraan Petani Lampung

    by Editor354
    19/06/2026
    in Saburai
    Pemerataan Ekonomi dan Kesejahteraan Petani

    Ilustrasi: OpiniMahe: Modernisasi Pertanian: Jembatan Pemerataan Ekonomi dan Kesejahteraan Petani Lampung. (Sumber Foto: Dok. Lappung.COM).

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Modernisasi Pertanian: Jembatan Pemerataan Ekonomi dan Kesejahteraan Petani Lampung.

     

    Modernisasi Pertanian: Jembatan Pemerataan Ekonomi dan Kesejahteraan Petani Lampung
    Oleh: Mahendra Utama*

     

    Pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung yang mencapai 5,58% di paruh pertama 2026 mengonfirmasi efektivitas masuknya modal asing dan domestik. Namun, tantangan nyata pembangunan daerah adalah distribusi kesejahteraan.

    Mengingat sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi basis hidup mayoritas penduduk dan tumbuh kuat di angka 5,65%, arus investasi yang masuk sejak 2025 harus diarahkan untuk memodernisasi sektor hilir pertanian di tingkat tapak.

    Dalam ilmu ekonomi pembangunan, fenomena ini erat kaitannya dengan teori Dualistik Perekonomian dari Arthur Lewis.

    Teori ini menyatakan bahwa pertumbuhan di sektor modern (industri/investasi) harus mampu menyerap kelebihan tenaga kerja dan meningkatkan produktivitas di sektor tradisional (pertanian).

    Di Lampung, jembatan ekosistem ini mulai terbangun melalui introduksi teknologi pasca-panen, seperti standarisasi mesin pengering (bed dryer) korporasi petani, yang terbukti menekan angka kehilangan hasil (losses) sekaligus menjaga stabilitas harga gabah dan jagung.

    Modernisasi hilir ini berdampak langsung pada perbaikan Nilai Tukar Petani (NTP) Lampung tahun 2026 yang bergerak positif. Ketika efisiensi pasca-panen meningkat, posisi tawar petani di hadapan pasar menguat.

    Dengan target investasi Pemprov Lampung yang dinaikkan menjadi Rp16,2 triliun pada 2026, fokus kebijakan harus tetap konsisten pada asimilasi teknologi pertanian guna mencegah ketimpangan antarwilayah.

    Sebagaimana ditekankan dalam Laporan Perekonomian Provinsi target 2026-2029:

    “Ketahanan ekonomi daerah yang tangguh berakar pada sektor pertanian yang termodernisasi dan terintegrasi dengan industri pengolahan.”

    Melalui sinergi investasi padat modal di hilir dan pemberdayaan petani di hulu, Lampung tidak hanya sekadar mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tetapi juga mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan menyejahterakan rakyat. (*)
    ——————————————————————–
    * Penulis: Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan.

    Via: M. Satria
    Tags: #MahendraUtama#PembangunanLampung#PemerhatiPembangunanKesejahteraanPetaniNilaiTukarPetaniOpiniMahePertanianModern
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Strategi Hilirisasi: Kunci Lompatan Ekonomi Lampung Menuju Era Keemasan Baru

    Next Post

    Dua Bakal Calon Ketua Apindo Lampung: Tatang Rohadi dan Junaedi Maju

    Related Posts

    Saburai

    Dari Sawah Tadah Hujan ke Swasembada, Bupati Ela Sulap Lahan Kering Jadi Lumbung Pangan

    09/08/2026
    Saburai

    Dari Pramuka hingga Pengacara Rakyat, Gemblengan Organisasi yang Membentuk WFS

    06/08/2026
    Saburai

    Tiga Jurus Jitu Dorong Sukun Lampung Jadi Primadona Industri

    04/08/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Lampung Lumbung Sukun Terbesar di Luar Jawa yang Terabaikan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Tiga Jurus Jitu Dorong Sukun Lampung Jadi Primadona Industri

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Dari Pramuka hingga Pengacara Rakyat, Gemblengan Organisasi yang Membentuk WFS

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Menanti Aksi Trans Nusa dan Wings Air di Bandara Radin Inten II Medio Agustus 2026

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Menakar Dampak Sosial PSEL Lampung: Solusi TPA dan Kesehatan Publik

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Surplus Unggas Lampung Tembus Pasar Global, Danantara Gelontorkan Rp20 Triliun

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version