Lappung – Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung untuk tidak lagi sekadar menjual bahan mentah mendapatkan dukungan penuh pemerintah pusat.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyepakati percepatan hilirisasi 2 komoditas andalan Lampung, yakni kopi dan singkong, sebagai prioritas investasi industri agro nasional.
Baca juga : Hilirisasi, Kolaborasi, dan Energi Surya: Menakar Wajah Baru Industri Lampung 2025
Kepastian ini didapat setelah Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lampung, Zimmi Skil, melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, di Kantor Kemenperin, kawasan Tulodong, Jakarta Selatan, Selasa, 13 Januari 2026.
Zimmi menegaskan, langkah jemput bola ke Jakarta merupakan eksekusi langsung dari mandat Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal.
Gubernur menginginkan adanya lompatan ekonomi dengan menarik industri pengolahan masuk ke Lampung, sehingga nilai tambah dinikmati daerah.
“Alhamdulillah, pertemuan hari ini produktif. Wamenperin merespons positif arahan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal agar ada koordinasi intensif.
“Fokus kita jelas, perkuat sektor industri agro yang menjadi tulang punggung Lampung,” kata Zimmi usai pertemuan.
Penyangga Industri Jakarta
Sementara, Wamenperin Faisol Riza menilai Lampung memiliki posisi tawar yang unik dibanding provinsi lain di Sumatera.
Letaknya yang menjadi gerbang Sumatera dan sangat dekat dengan Jakarta membuat Lampung potensial menjadi basis industri manufaktur, melampaui sekadar industri pertanian.
Baca juga : Nasib Industri Lampung: Antara Lonjakan Agro dan Stagnasi Manufaktur Berat
Faisol meminta Pemprov Lampung agresif menangkap limpahan investasi dari Pulau Jawa.
“Saya mendorong Pemprov Lampung lebih jeli menangkap peluang.
“Selain industri agro yang memang sudah kuat, lokasi strategis ini harus dimaksimalkan untuk sektor lain,” tegas Faisol.
Balai Diklat Industri
Salah satu poin konkret yang dihasilkan dalam pertemuan itu adalah komitmen Kemenperin untuk membenahi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) industri di Lampung.
Kemenperin berencana membangun Balai Diklat Industri (BDI) di Lampung.
Fasilitas tersebut nantinya akan berfungsi mencetak tenaga kerja lokal bersertifikasi yang siap diserap oleh industri-industri baru yang akan masuk.
Selain itu, Kemenperin juga akan segera mensosialisasikan Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) ke para pemangku kepentingan di Bumi Ruwa Jurai.
Diketahui, pertemuan strategis ini turut dihadiri delegasi lengkap dari Lampung, antara lain Kepala Dinas Perindag Kabupaten Waykanan Candra Yuking, serta Tenaga Pendamping Pembangunan Lampung, Mahendra Utama, yang ikut memberikan masukan terkait percepatan pembangunan daerah.
Dari pihak Kemenperin, Wamenperin didampingi jajaran pejabat eselon I dan II, termasuk Direktur Jenderal dan tim ahli teknis.
Baca juga : 1 Tahun Prabowo-Gibran: Faisol Riza, Aktor Kunci Di Balik Akselerasi Industri Nasional
