Lappung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dan Jawa Timur mengambil langkah strategis untuk memperkuat ekonomi regional dengan menandatangani perjanjian kerja sama lintas sektor.
Dipimpin langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas perdagangan, investasi, dan hilirisasi komoditas unggulan kedua provinsi.
Baca juga : Bank Lampung Gandeng Bank Jatim, Tingkatkan Daya Saing dan Kinerja
Kesepakatan bersejarah itu diresmikan dalam acara Misi Dagang dan Investasi di Ballroom Swiss-Belhotel, Bandarlampung, pada Kamis, 7 Agustus 2025.
Melalui kemitraan ini, kedua provinsi sepakat untuk saling bersinergi, menciptakan aliran ekonomi yang saling menguntungkan dengan semangat “untung bersama, berkembang bersama.”
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyatakan antusiasmenya.
Menurutnya, sinergi ini menyatukan dua kekuatan besar, Lampung sebagai ‘Pintu Gerbang Sumatera’ dan Jawa Timur sebagai ‘Gerbang Baru Nusantara’.
“Jika kedua wilayah strategis ini bersinergi, akan tercipta aliran aktivitas ekonomi yang sangat kuat dan saling menguntungkan,” ujar Gubernur Mirza.
Salah satu fokus utama dari kerja sama ini adalah mendorong hilirisasi atau pengolahan bahan baku.
Baca juga : Langkah Agresif Jawa Timur, Bawa 48 Pengusaha Jajaki Pasar Lampung
Gubernur Mirza menegaskan, sudah saatnya Lampung tidak hanya menjual komoditas dalam bentuk mentah.
Lampung, yang dikenal sebagai penghasil komoditas unggulan seperti kopi, kakao, singkong, nanas, dan jagung, kini berupaya meningkatkan nilai tambah produknya.
Caranya adalah dengan menggandeng Jawa Timur yang telah memiliki infrastruktur industri yang lebih mapan.
“Lampung selalu menjual bahan pertanian dalam bentuk mentah.
“Kini saatnya kita menjalin kemitraan dengan daerah-daerah yang sudah mampu mengolah produk, dan Jatim menjadi salah satu fokus kami,” tegas Mirza.
Sejalan dengan visi hilirisasi, Gubernur Mirza juga secara terbuka mengundang para pengusaha dari Jawa Timur untuk berinvestasi langsung di Lampung.
Ia mendorong pembangunan industri pengolahan berbasis komoditas lokal agar nilai tambah tercipta di daerah asal.
Sambutan hangat datang dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Ia menegaskan bahwa hubungan saling melengkapi antara kedua provinsi sebenarnya sudah terjalin.
“Jawa Timur membeli green bean kopi dan tapioka dari Lampung, sementara untuk bibit tertentu Lampung juga membeli dari Jawa Timur.
“Ini menunjukkan adanya hubungan komplementer yang dapat kita kembangkan lebih jauh,” ujar Khofifah.
Baca juga : Lampung Jadi Juara 3 Pertumbuhan Ekonomi, Dijuluki The King of Sumatera oleh BI
Menurut Khofifah, kunci utama dari kemitraan ini adalah mengidentifikasi keunggulan masing-masing daerah untuk membangun kerja sama yang berkelanjutan dan saling menguatkan.
Fondasi Ekonomi
Kerja sama ini tidak hanya melibatkan pemerintah daerah, tetapi juga merambah ke sektor perbankan dan dunia usaha.
Dalam kesempatan yang sama, turut dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Bank Jatim dengan Bank Lampung.
Selain itu, komitmen sinergi juga diikat oleh organisasi pengusaha dari kedua provinsi, meliputi Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), serta Real Estate Indonesia (REI).
Gubernur Mirza menambahkan, di tengah tantangan perlambatan ekonomi global, perekonomian Lampung tetap menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan 5,09 persen pada Triwulan II 2025 dan inflasi yang terkendali di angka 2,63 persen pada Juli.
“Ini adalah bukti bahwa perekonomian rakyat tetap bergerak dan kepercayaan masyarakat terhadap pasar semakin baik,” pungkasnya,
Baca juga : Eksportir sebagai Pilar Ekonomi Lampung dan Peran Strategis Kepemimpinan Muda
