Lappung – Petugas dan napi di Lapas Kalianda Lampung Selatan mendadak dites urine.
Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba terus menjadi prioritas utama dalam sistem peradilan pidana di seluruh wilayah.
Baca juga : Film Pendek Produksi Lapas Kalianda Menang di Kementerian. Sorta: Bukan Kaleng-kaleng
Di Lampung, langkah serupa diambil oleh Lapas Kalianda, Lampung Selatan, dengan mengadakan tes urine mendadak bagi petugas dan narapidana (napi) yang berada dalam tahanan.
Langkah ini merupakan bagian dari program pencegahan penyalahgunaan narkoba yang lebih ketat di dalam sistem penjara.
Dalam upaya ini, tes urine dilakukan secara acak dan tak terduga, tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada petugas maupun napi.
Kalapas Kalianda, Tetra Destorie saat memantau kegiatan menjelaskan alasan di balik tindakan ini.
Baca juga : Mantan Bupati Mesuji Bebas dari Lapas Bandarlampung
“Kami ingin memastikan bahwa lingkungan di dalam lapas ini bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Selain itu, ini juga menjadi langkah preventif untuk melindungi petugas dari potensi pengaruh negatif narkoba yang mungkin terjadi di dalam lapas,” ungkap Tetra, saat dikonfirmasi pada Sabtu, 26 Agustus 2023
Tetra menyebut, sejumlah petugas dan napi dipilih secara acak untuk menjalani tes urine.
“Dalam tes urin napza, kami telah mengetes 20 orang petugas yang terdiri dari pejabat, staf, dan petugas pengamanan, dan 20 orang narapidana yang dipilih secara acak dari Blok A, B, C, dan D,” kata dia.
Baca juga : 526 Narapidana Lapas Kalianda Terima Remisi, 9 Langsung Bebas
Hasilnya, akan menjadi dasar untuk tindakan lebih lanjut, termasuk rehabilitasi bagi napi yang ditemukan positif menggunakan narkoba.
Petugas dan napi Lapas Kalianda dites urine
“Alhamdulillah, tidak ditemui satupun adanya peserta tes urin napza yang positif narkoba, yang menunjukan bahwa Lapas Kalianda bebas dari narkoba,” tegasnya.
Menurut Tetra, tindakan ini juga merupakan bentuk pendidikan dan kesadaran bagi napi.
“Kami berusaha memberikan peluang kepada mereka untuk pulih dan menghindari penyalahgunaan narkoba di masa depan,” ungkapnya.
Selain itu, tindakan ini juga mencerminkan dedikasi petugas Lapas Kalianda untuk menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan kerja mereka.
Juga memberikan contoh positif bagi narapidana, menunjukkan bahwa rehabilitasi dan pemulihan adalah pilihan yang lebih baik daripada penyalahgunaan narkoba.
Dengan hasil yang menggembirakan ini, Lapas Kalianda menjadi contoh yang patut diikuti dalam upaya menciptakan sistem peradilan pidana yang lebih bersih dan bebas dari pengaruh negatif narkoba.
Baca juga : Kejari Pesawaran Menggelar Pemusnahan Barang Bukti Tahun 2023
