Lappung – Era baru pengembangan energi bersih di Bumi Ruwa Jurai segera dimulai.
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mengumumkan untuk memulai pengeboran sumur eksplorasi pertama proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di wilayah Ulubelu, tepatnya di kawasan Gunung Tiga, Lampung.
Baca juga : Pengeboran Dimulai Agustus, PLTP Ulubelu Jadi Tulang Punggung Energi Hijau Lampung
Langkah strategis ini menandai dimulainya fase krusial untuk membuktikan potensi energi panas bumi yang diyakini sangat besar di kawasan tersebut, sekaligus menjadi akselerator utama dalam agenda transisi energi nasional.
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGEO, Edwil Suzandi, memastikan bahwa seluruh persiapan berjalan lancar dan proses pengeboran akan segera dieksekusi.
Kepastian ini datang setelah perusahaan berhasil mengantongi seluruh perizinan yang diperlukan berkat dukungan penuh dari pemerintah pusat dan kementerian terkait.
“Alhamdulillah, dukungan penuh dari pemerintah membuat proses perizinan bisa dipercepat.
“Jadi, proyek eksplorasi di Gunung Tiga akan segera kami lakukan pengeborannya,” ujar Edwil, dilansir pada Kamis, 31 Juli 2025.
Baca juga : Semangat Baru: Mahendra Utama Titip Harapan pada Bhayangkara Presisi Lampung FC
Menurutnya, keyakinan PGEO terhadap potensi di Ulubelu didasari oleh data geologis yang kuat, mengingat lokasi tersebut berada di jalur Cincin Api Pasifik (Ring of Fire).
“Secara geologis, kami sangat yakin. Tapi kami harus memastikan melalui pengeboran ini, berapa besar cadangan yang sebenarnya tersimpan di sana,” jelas Edwil.
Pada tahap awal eksplorasi, PGEO merencanakan pengeboran minimal 3 sumur, yang terdiri dari 2 sumur produksi dan 1 sumur injeksi.
Sumur injeksi ini memegang peranan vital untuk memastikan operasional yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Geotermal ini adalah energi hijau sejati. Apa pun yang kita ambil dari perut bumi, akan kita kembalikan lagi.
“Prosesnya bersifat siklus tertutup (loop cycle), tidak ada yang dilepas secara permanen ke permukaan,” terangnya.
Setelah pengeboran tuntas, PGEO akan melakukan serangkaian uji produksi selama 1 hingga 2 bulan.
Uji ini bertujuan untuk mengukur kestabilan dan performa sumur secara akurat.
Baca juga : Kejar Kinerja Unggul, Mitratani Dua Tujuh Sambut Manajemen Baru
“Dari tes produksi inilah akan terlihat kapasitas riil sumur, berapa megawatt yang bisa dihasilkan, dan seberapa lama produktivitasnya bisa bertahan,” papar Edwil.
Diketahui, data-data teknis yang terkumpul seperti temperatur, tekanan, dan jenis batuan (litologi) selanjutnya akan dianalisis menggunakan teknologi modern, termasuk machine learning dan simulasi reservoir.
Pendekatan ini memungkinkan PGEO untuk memodelkan potensi energi bawah tanah secara presisi dan merancang skema pengembangan PLTP yang paling optimal dan efisien.
Proses eksplorasi dan studi lanjutan ini ditargetkan tuntas dalam 2 tahun, sehingga keputusan final investasi atau Financial Investment Decision (FID) dapat diambil pada tahun ketiga.
Jika semua berjalan sesuai rencana, proyek ini akan menjadi salah satu pilar utama ketahanan energi bersih di Sumatera.
Baca juga : Selamatkan BUMD Lampung dari Kubangan Rugi
