Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Ekonomi » Produksi Lampung Utara Melimpah, Penjualan Gabah ke Luar Daerah Dibatasi

    Produksi Lampung Utara Melimpah, Penjualan Gabah ke Luar Daerah Dibatasi

    by Irzon Dwi Darma
    23/07/2025
    in Ekonomi
    Produksi Lampung Utara Melimpah, Penjualan Gabah ke Luar Daerah Dibatasi

    Gabah berkualitas yang dihasilkan kini tidak bisa lagi dijual bebas ke luar provinsi. Foto: Dokumentasi WAG

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Petani di Kabupaten Lampung Utara tengah menikmati hasil panen yang melimpah dengan produktivitas tinggi.

    Namun, gabah berkualitas yang mereka hasilkan kini tidak bisa lagi dijual bebas ke luar provinsi.

    Baca juga : Tembus Seperempat Miliar, Harga Sewa Toko di Pasar Dekon Lampung Utara Diprotes

    Sebuah kebijakan strategis dari Pemerintah Provinsi Lampung membatasi distribusi gabah untuk menjaga stabilitas pangan dan ekonomi di tingkat lokal.

    Kebijakan pembatasan ini menjadi sorotan utama di tengah tingginya angka produksi petani Lampung Utara yang mampu menghasilkan di atas 6 ton gabah per hektar.

    Langkah itu diambil bukan tanpa alasan. Pemerintah bertujuan untuk mengamankan stok pangan internal, melindungi harga di tingkat petani dari fluktuasi pasar luar, dan mencegah potensi masuknya beras oplosan.

    Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH) Lampung Utara, Tommy Suciadi, menegaskan bahwa kebijakan tersebut adalah bagian dari langkah proaktif pemerintah.

    “Ini adalah bentuk kewaspadaan dini dari Pak Gubernur. Ada regulasi yang jelas, baik Pergub maupun Perda, yang mengatur tata niaga gabah.

    “Intinya, gabah kita diprioritaskan untuk kebutuhan di dalam Provinsi Lampung,” ujar Tommy, Rabu, 23 Juli 2025.

    Baca juga : Protes Harga Tak Sesuai Janji, Petani Singkong Lampung Bentrok di Depan Kantor Gubernur

    Landasan hukum dari kebijakan ini adalah Peraturan Gubernur (Pergub) Lampung Nomor 71/2017 dan diperkuat oleh Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7/2017.

    Kedua aturan tersebut secara spesifik mengatur pengawasan dan pengendalian distribusi gabah.

    Menurut Tommy, tujuan utamanya adalah melindungi dua sisi sekaligus.

    “Gubernur sudah melindungi petani dari sisi harga, dan di saat yang sama melindungi pasokan pangan di Lampung,” jelasnya.

    Meski ada pembatasan, bukan berarti keran distribusi tertutup total.

    Pengiriman gabah ke luar daerah masih dimungkinkan, dengan syarat utama, kebutuhan di dalam provinsi sudah tercukupi dan harus mendapatkan surat rekomendasi atau izin resmi dari lembaga yang mengurusi ketahanan pangan.

    Di tengah implementasi aturan itu, para petani di Lampung Utara justru merasakan dampak positif pada harga jual.

    Baca juga : Harga Gabah Oke, Irigasi dan Penyerapan Jadi PR di Panen Raya Lampung

    Saat ini, harga gabah di tingkat petani yang dibeli oleh pengepul berada di angka Rp6.800 per kilogram.

    Harga tersebut dinilai sangat baik dan memberikan keuntungan yang layak.

    Kualitas gabah dari Lampung Utara, khususnya dari varietas Infari dan Mapan, memang sudah dikenal luas.

    Tak heran jika sebelumnya menjadi incaran utama pembeli dari Kota Metro dan Kabupaten Lampung Timur.

    Kini, serapan terbesar dilakukan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk cadangan pangan daerah.

    Adapun sentra produksi gabah di kabupaten ini terkonsentrasi di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Surakarta, Abung Timur, dan Abung Semuli.

    Dukungan

    Pemerintah tidak hanya membuat aturan, tetapi juga memberikan dukungan konkret di lapangan.

    Untuk masa tanam periode Mei hingga Juli, DTPH telah mendistribusikan bantuan benih padi varietas Pak Tiwi 1 sebanyak 96 ton untuk lahan seluas 3.879 hektar.

    Selain itu, program pendampingan mengenai teknik budidaya dan penggunaan pupuk organik terus berjalan.

    Ditambah lagi, kondisi irigasi dari Way Rarem yang dipastikan tidak ada penutupan memberikan jaminan pasokan air bagi petani.

    “Kondisi cuaca saat ini masuk kemarau basah, artinya curah hujan masih ada.

    “Kami mendorong petani di wilayah yang teraliri irigasi, khususnya di Abung Timur dan Surakarta, untuk terus menanam,” pungkas Tommy.

    Baca juga : Lampung Jadi Provinsi dengan Harga Minyak Goreng Termahal di Indonesia

    Tags: Dinas Pertanian Lampung UtaraHarga Gabah LampungLampungPenjualan Gabah dibatasiPerda Distribusi GabahPetani Lampung UtaraProduksi Gabah Lampung UtaraStok pangan Lampung
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Kejari Setor Rp300 Juta Uang Pengganti Korupsi PDAM Way Rilau

    Next Post

    5 Musuh Utama Anak Indonesia Disorot di Peringatan HAN ke-41

    Related Posts

    Ekonomi

    Apa Saja Tipe SPBU Pertamina (Lembaga Penyalur BBM)?

    29/04/2026
    Ekonomi

    Siapa Saja 17 Bos BPI Danantara, Inilah Daftar Lengkapnya

    28/04/2026
    Ekonomi

    Siapa Saja 16 Bos Subholding Downstream Pertamina?

    27/04/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Mengenal PT Lampung Energi Berjaya: Profil, Misi, dan Pemimpin Visioner

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Danantara Indonesia Gelar Pelatihan Semikonduktor: Bangun Masa Depanmu di Industri Chip Tingkat Dunia

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Dua Dirjen PKP Pamitan, Tak Sejalan dengan Maruarar Sirait?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Subholding Downstream Pertamina Resmi Berdiri: Hasil Merger 3 Bisnis Sektor Hilir

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Siapa Saja 17 Bos BPI Danantara, Inilah Daftar Lengkapnya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara): Mimpi Besar Prabowo untuk Indonesia Maju

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version