Lappung – Pulang dari sawah, petani tewas terseret arus sungai Way Ratai, Kabupaten Pesawaran, pada Senin, 13 Maret 2023.
Salim (65) petani asal Desa Wates, Way Ratai, Pesawaran, ditemukan tewas tersangkut di batu pinggiran aliran Sungai Way Ratai.
Baca juga : Tenggelam Saat Memancing, Warga Kota Metro Ditemukan Tewas di Sungai Bungur
Korban pada Minggu, 12 Maret 2023, diduga terpeleset saat hendak menyeberangi sungai tersebut sebelum akhirnya dikabarkan hilang.
Bhabinkamtibmas Desa Way Ratai, Polsek Padang Cermin, Bripka Agung Nusantara, mengatakan, setiap kali menuju sawah, korban harus menyeberangi aliran Sungai Way Ratai.
“Awalnya, korban bersama sang istri hendak pulang ke rumah pada Minggu, 12 Maret 2023, pukul 16.00 WIB,” ujar Agung, Senin, 13 Maret 2023.
Namun, lanjut Agung, sang istri berhenti sejenak dikarenakan ada yang memanggil dan mengajak berbincang.
“Sehingga korban pulang lebih dahulu ke rumah saat itu,” ujar Agung.
Baca juga : Kapal Pengangkut 500 Ton Karet Tenggelam di Perairan Sebuku, 6 Orang Kru Selamat
Korban Salim yang tak kunjung pulang ke rumah hingga malam, membuat pihak keluarga menjadi khawatir.
“Pihak keluarga sempat melakukan pencarian, namun tidak ditemukan. Diduga, korban terseret arus saat menyebarangi sungai hingga tenggelam,” katanya.
Atas kejadian tersebut, sambungnya, peristiwa itu lalu dilaporkan kepada Kepala Desa Wates Andes Irawan.
“Setelah menerima laporan dari kades, lalu kami bersama masyarakat dan personel Polsek Padang Cermin langsung melakukan pencarian di aliran Sungai Way Ratai,” papar dia.
Pulang dari sawah, seorang petani paruh baya tewas terseret arus sungai Way Ratai
Sekira pukul 02.00 WIB, pada Senin, 13 Maret 2023, korban berhasil ditemukan.
Baca juga : Seorang Pelajar Dilaporkan Tenggelam di Bendungan Way Semah
“Korban tersangkut di batu pinggiran aliran Sungai Way Ratai dalam keadaan telah meninggal,” katanya.
Usai dievakuasi, kata Agung, jasad korban langsung diserahkan kepada keluarga untuk dilakukan pemakaman.
Sementara, Kepala Desa Wates Andes Irawan, mengatakan bahwa Salim dikenal sebagai petani yang rajin dan memiliki reputasi yang baik di masyarakat.
“Kami sangat kehilangan kehadiran beliau di desa kami. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujarnya.
Insiden ini, sambungnya, menunjukkan betapa pentingnya keselamatan dalam beraktivitas.
“Kita juga perlu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya arus sungai yang tiba-tiba meningkat, sehingga kejadian seperti ini tidak terulang,” tandasnya.
Baca juga : Sat Pol Air Polres Lampung Selatan Bongkar Praktik Ilegal Fishing di Perairan Selat Sunda





Lappung Media Network