- Rahmat Mirzani Djausal, Calon Gubernur Provinsi Lampung, Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Lampung dan Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Lampung.
- Awaluddin Muuri, Calon Bupati Kabupaten Cilacap, Penjabat Bupati Cilacap.
- Fairid Naparin, Calon Wali Kota Palangka Raya, Wali Kota periode 2018-2023.
- Setyo Wahono, Calon Bupati Kabupaten Bojonegoro, mantan anggota KPU.
- Hari Wuryanto, Calon Bupati Kabupaten Madiun, mantan Wakil Bupati Madiun.
- Adi Wibowo, Calon Wali Kota Pasuruan, Wakil Wali Kota Pasuruan.
- Baharudin, Calon Bupati Kabupaten Tulungagung, Ketua DPC Gerindra Tulungagung.
- Muhammad Fawait, Calon Bupati Kabupaten Jember, anggota legislatif DPRD Jawa Timur dari Partai Gerindra.
- Muhammad Haris Damanhuri, Calon Bupati Kabupaten Probolinggo, kader Partai Gerindra dan pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong.
- Fattah Jasin, Calon Bupati Kabupaten Pamekasan, Wakil Bupati Petahana.
- Muhammad bin Mu’afi Zaini dan Abdullah Hidayat, Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sampang, anggota legislatif DPRD Jawa Timur dan Wakil Bupati Sampang saat ini.
Ketua Desk Pilkada DPP Projo, Roy Septa Abimanyu, menyampaikan bahwa Projo akan terus mengumumkan dukungan kepada calon kepala daerah yang sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan.
“Penyelenggaraan Pilkada Serentak 2024 ini masih cukup panas.
“Beberapa partai yang sebelumnya menjadi oposisi kini berusaha membonceng calon-calon kepala daerah dari KIM. Mungkin mereka tidak memiliki calon sendiri,” tandasnya.
Tentang Projo
Projo adalah organisasi kemasyarakatan pendukung Presiden Indonesia yang ke-7, Joko Widodo.
Projo dikenal karena merupakan salah satu relawan darat terbesar dan memiliki status resmi organisasi kemasyarakatan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Ciri khas Projo adalah bersifat sukarela, terbuka, sosial, tidak membeda-bedakan ras, suku, agama, golongan, serta latar belakang sosial politik kemasyarakatan.
Saat ini ketua umum Projo adalah Budi Arie Setiadi (Menkominfo) atau akrab dipanggil Muni.
Kongres Pertama Projo 23 Agustus 2014 di Jakarta memutuskan untuk mengubah gerakan relawan Jokowi ini menjadi Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).
Projo juga adalah organisasi relawan Jokowi yang mampu bertransformasi dari kelompok relawan menjadi Ormas. Dari kerumunan menjadi barisan politik
Baca juga : PW Gemira Lampung All Out Dukung Rahmat Mirzani Djausal
