Berikut beberapa imbauan dan langkah yang dapat diambil untuk mencegah kebakaran akibat korsleting listrik:
Perawatan Rutin Instalasi Listrik:
Pastikan instalasi listrik di rumah atau bisnis Anda dalam kondisi baik.
Lakukan perawatan rutin, termasuk pemeriksaan terhadap stop kontak, kabel, dan sekering listrik.
Jika Anda melihat tanda-tanda kerusakan, segera ganti atau perbaiki.
Jangan Overload Stop Kontak:
Hindari memasang terlalu banyak peralatan listrik di satu stop kontak.
Gunakan perpanjangan listrik jika diperlukan, tetapi pastikan untuk tidak melebihi kapasitasnya.
Gunakan Perangkat Perlindungan:
Pasang perangkat perlindungan seperti alat pemutus sirkuit (MCB).
Dan Ground Fault Circuit Interrupters (GFCI) di area yang berpotensi lembab, seperti kamar mandi dan dapur.
Hindari Penggunaan Kabel Ekstensi yang Panjang Berlebihan:
Kabel ekstensi yang terlalu panjang dapat mengakibatkan resistansi listrik yang tinggi dan meningkatkan risiko korsleting.
Gunakan kabel ekstensi sepanjang yang diperlukan.
Matikan Listrik Saat Tidak Digunakan:
Selalu matikan listrik peralatan dan lampu saat tidak digunakan.
Ini akan mengurangi risiko korsleting listrik dan juga menghemat energi.
Panggil Ahli Listrik:
Jika Anda merasa ada masalah dengan instalasi listrik Anda, lebih baik memanggil seorang ahli listrik berlisensi.
Hal itu untuk memeriksanya dan melakukan perbaikan jika diperlukan.
Waspadai Perubahan Drastis Arus Listrik:
Jika Anda melihat fluktuasi atau perubahan drastis dalam pasokan listrik, segera hubungi PLN atau pihak berwenang setempat.
Periksa Peraturan Keamanan:
Pastikan rumah/ruko Anda dilengkapi dengan peralatan pemadam kebakaran seperti alat pemadam api dan peringatan asap.
Selalu periksa dan uji peralatan ini secara berkala.
Baca juga : 3 Ruko di Pasar Trimodadi Lampung Utara Terbakar
