Lappung – Satu butir telur seharga sebatang rokok pilih yang mana?
Praktisi kesehatan masyarakat, dr. Ngabila Salam, menyerukan perubahan gaya hidup sehat bagi keluarga Indonesia dengan mengalihkan pengeluaran rokok ke makanan bergizi.
Baca juga : Edamame Unggul Kandungan Protein, Mitratani Incar Program Sehat Prabowo
Ia menegaskan bahwa kebiasaan merokok bukan hanya berdampak buruk bagi kesehatan, tetapi juga berkontribusi pada tingginya angka stunting pada anak.
Rokok dan Stunting
Dalam pernyataannya di Jakarta, Ngabila menyoroti data yang menunjukkan bahwa pengeluaran rokok di banyak keluarga, terutama keluarga miskin, menempati urutan kedua setelah beras.
Hal ini berimbas pada rendahnya alokasi dana untuk makanan bergizi bagi anak, yang berdampak langsung pada tumbuh kembang mereka.
“Asap rokok menjadi salah satu faktor risiko utama stunting.
“Selain itu, anggaran yang dikeluarkan untuk membeli rokok seharusnya bisa dialihkan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak,” ujarnya, dikutip pada Jumat, 31 Januari 2025.
Baca juga : Hygreen: Solusi Praktis dan Sehat untuk Gaya Hidup Modern
Ia mengusulkan solusi sederhana, menggantikan sebatang rokok dengan satu butir telur.
Telur, yang kaya akan protein hewani, sangat penting bagi pertumbuhan anak balita dan dapat membantu mencegah stunting.
Telur, Murah dan Bergizi
Menurut Ngabila, satu butir telur sehari cukup untuk memenuhi kebutuhan protein anak balita.
Selain telur, sumber protein lainnya yang baik meliputi ikan, ayam, daging, dan makanan laut.
Sementara itu, protein nabati bisa diperoleh dari tempe, tahu, dan kacang-kacangan.
“Nutrisi yang baik bukan hanya soal protein, tetapi juga keseimbangan dengan sayur, buah, karbohidrat, dan lemak.
“Gaya hidup sehat harus dimulai dari pola makan yang benar,” tambahnya.
Bukan Sekadar Makan
Ngabila juga mengingatkan pentingnya pola konsumsi yang seimbang.
Ia menyarankan konsumsi sayur dan buah sebanyak lima porsi per hari tiga porsi saat makan utama dan dua porsi sebagai camilan.
Baca juga : Sehat Tanpa Gula: Mungkinkah?
Selain itu, ia menekankan pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak sesuai anjuran kesehatan, yakni:
- Gula: Maksimal 4 sendok makan per hari
- Garam: Maksimal 1 sendok teh per hari
- Lemak: Maksimal 5 sendok makan per hari
“Angka ini mencakup seluruh asupan dari makanan utama, camilan, dan proses memasak.
“Kelebihan gula, garam, dan lemak dapat meningkatkan risiko penyakit seperti diabetes dan hipertensi,” jelasnya.
Akses Mudah ke Menu Sehat
Bagi keluarga yang kesulitan menyiapkan makanan bergizi, Kementerian Kesehatan telah menyediakan buku resep digital yang dapat diunduh gratis melalui situs ayosehat.kemkes.go.id.
Buku ini berisi berbagai resep makanan sehat, tinggi protein, mudah dibuat, dan murah.
Selain itu, panduan gizi juga tersedia dalam Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang dapat menjadi referensi bagi orang tua untuk memastikan anak mereka mendapatkan asupan gizi yang cukup.
Satu Butir Telur Seharga Sebatang Rokok Pilih yang Mana?
Mengalihkan pengeluaran rokok ke makanan bergizi bukan sekadar perubahan kecil, tetapi investasi jangka panjang bagi kesehatan keluarga.
Dengan harga satu butir telur setara dengan sebatang rokok, keputusan kini ada di tangan para orang tua, tetap membeli rokok atau menyediakan gizi terbaik bagi anak?
“Ini bukan hanya tentang kesehatan, tapi juga masa depan bangsa. Generasi yang sehat akan menciptakan Indonesia yang lebih kuat,” pungkas Ngabila.
Baca juga : Sering Dianggap Sehat. 4 Camilan Ini Ternyata Berdampak Buruk
