Lappung.COM – Simak OpiniMahe terkini: Sekolah Rakyat dan Gebrakan Pendidikan: Bukti Keberpihakan Gubernur Mirza dan Wagub Jihan pada Masa Depan Lampung.
Sekolah Rakyat dan Gebrakan Pendidikan: Bukti Keberpihakan Gubernur Mirza dan Wagub Jihan pada Masa Depan Lampung
Oleh: Mahendra Utama*
Penghargaan sebagai Pemantik Semangat
Prestasi Terbaik II dari Kemendagri bukanlah tujuan akhir, melainkan pemicu untuk berbuat lebih. Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela tak pernah berpuas diri.
Penghargaan di Batam ini yang menilai inovasi daerah dalam peningkatan kualitas SDM justru memperkuat komitmen mereka menghadirkan terobosan konkret bagi pendidikan Lampung.
Gubernur Mirza menegaskan, “Persoalan pendidikan harus segera kita solusikan bersama. Mengentaskan permasalahan ini menjadi prioritas utama”.
Sementara Wagub Jihan, yang dikenal sebagai dokter muda berdedikasi, terus mendorong kolaborasi dengan organisasi profesi guru untuk menghadapi tantangan teknologi dan kecerdasan buatan.
Duo pemimpin ini bekerja sinergis membangun ekosistem pendidikan yang kuat dan berkelanjutan.
Sekolah Rakyat: Instrumen Pemutus Rantai Kemiskinan
Program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang menjadi ikon keberpihakan Gubernur Mirza dan Wagub Jihan adalah Sekolah Rakyat pendidikan gratis berbasis asrama bagi anak keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Pada tahun ajaran 2026/2027, 401 siswa siap menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Teori Intergenerational Mobility menunjukkan pendidikan adalah pintu keluar dari kemiskinan struktural. Gubernur Mirza menyatakan,
“Kalau derajat keluarga mau naik, kuncinya satu, anak harus lebih pintar daripada orang tuanya”.
Sekolah Rakyat adalah jawaban nyata memberi kesempatan bagi anak-anak yang sebelumnya terancam putus sekolah karena kondisi ekonomi.
Pemprov memberi hibah tanah untuk memulai pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Terpadu seluas 10 hektare di Kota Baru, Lampung Selatan.
Keberpihakan yang Terukur
Tak berhenti di Sekolah Rakyat, Gubernur Mirza menargetkan nol putus sekolah di 2026. Program SMA/SMK Cangkok membawa siswa berprestasi dari daerah 3T ke sekolah unggulan.
Wagub Jihan pun memastikan perhatian pada pendidikan inklusif dengan mengunjungi SLB dan mendorong kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.
Penghargaan Kemendagri adalah bukti nyata bahwa komitmen Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela bukan sekadar janji, melainkan kerja nyata yang membuahkan hasil.
Lampung sedang bertransformasi. Dan di balik transformasi itu, ada dua pemimpin yang berani bermimpi dan bekerja untuk rakyat. (*)
————————————————————-
* Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.
