Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Ekonomi » Smart Farming di Lampung Selatan

    Smart Farming di Lampung Selatan

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    01/10/2025
    in Ekonomi
    Smart Farming di Lampung Selatan

    Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama saat melihat kondisi kebun Edamame di Jember. Foto: Arsip pribadi

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mengambil langkah strategis dengan menyiapkan lahan seluas 1.335 hektare untuk dijadikan pilot project atau proyek percontohan pertanian cerdas (smart farming) berskala nasional.

    Kebijakan ini dinilai sebagai terobosan visioner untuk masa depan sektor pertanian di Indonesia.

    Baca juga : Lampung Selatan Menuju Kabupaten Termaju

    Langkah yang dipimpin oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, itu menuai apresiasi dari berbagai kalangan.

    Salah satunya datang dari pemerhati pembangunan, Mahendra Utama.

    “Keberanian Bupati menjadikan Lampung Selatan sebagai pilot project smart farming nasional adalah sebuah taruhan nyata untuk masa depan petani kita, bukan sekadar janji kampanye,” ujar Mahendra Utama dalam keterangannya, Rabu, 1 Oktober 2025.

    Menurut Mahendra, lahan ribuan hektare yang disiapkan tersebut akan berfungsi sebagai laboratorium hidup.

    Di sana, para petani dapat belajar dan beradaptasi dengan teknologi pertanian modern, sekaligus menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor agrikultur.

    “Ini adalah tempat generasi muda melihat bahwa bertani itu keren dan menguntungkan. Dari sinilah Indonesia bisa membuktikan kemampuannya,” tambahnya.

    Potensi dan Tantangan Pertanian Digital

    Smart farming merupakan konsep pertanian yang mengintegrasikan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

    Mahendra menjelaskan, teknologi seperti sensor Internet of Things (IoT), analisis data, hingga sistem irigasi pintar memungkinkan lahan pertanian untuk “berbicara” langsung kepada petani.

    “Bayangkan sawah memberi tahu kapan tanah kehausan, kapan pupuk cukup, atau kapan hama mulai menyerang.

    “Inilah jawaban nyata untuk tantangan pangan masa depan lebih efisien, hemat air, dan ramah lingkungan,” jelasnya.

    Meski Indonesia telah memulai beberapa inisiatif, seperti kerja sama IPB dan Wageningen serta pengembangan sistem pintar oleh UMN dan UGM di Sleman, implementasinya secara nasional masih menghadapi tantangan besar.

    “Jujur saja, cerita sukses ini masih sporadis. Kita masih bergulat dengan infrastruktur yang lemah, tingkat adopsi teknologi oleh petani yang rendah, dan skala usaha tani yang terlalu kecil untuk investasi digital,” papar Mahendra.

    Belajar dari Negara Tetangga

    Mahendra membandingkan kondisi di Indonesia dengan negara tetangga yang telah berlari kencang.

    Baca juga : Kalahkan Morowali, Kualitas Udara Lampung Selatan Terbaik di Tanah Air

    Vietnam, misalnya, telah sukses menggunakan drone di Delta Mekong untuk menghasilkan beras ramah lingkungan yang diminati pasar ekspor.

    Sementara itu, Tiongkok dan India secara masif mengadopsi big data, AI, dan aplikasi smartphone untuk menjamin ketahanan pangan miliaran penduduknya.

    “Kalau mereka bisa, kenapa kita tidak? Lampung memiliki potensi yang sangat besar untuk mengadopsi teknologi ini,” tegasnya.

    Ia merinci, komoditas unggulan Lampung seperti padi, sayuran, buah-buahan, kopi, kakao, dan lada dapat ditingkatkan produktivitas dan kualitasnya melalui data presisi dari smart farming.

    Harapan dari Lampung Selatan

    Keberhasilan proyek di Lampung Selatan diyakini akan menjadi mercusuar bagi daerah lain di Indonesia.

    Jika berhasil, model ini dapat direplikasi dan menciptakan efek domino yang positif bagi sektor pertanian nasional.

    “Jika di sini berhasil, petani kita tidak lagi dipandang sebelah mata dan kedaulatan pangan bukan lagi sekadar slogan kosong,” kata Mahendra.

    Ia menutup dengan ajakan kolaborasi kepada seluruh pihak mulai dari petani, pemuda desa, penyuluh, hingga akademisi untuk mendukung proyek ini.

    “Teknologinya ada, contoh suksesnya banyak, dan pemimpin yang peduli juga sudah ada.

    “Mari kita buktikan bahwa Lampung tidak hanya dikenal sebagai penghasil kopi robusta, tetapi juga sebagai pelopor pertanian masa depan Indonesia,” pungkasnya.

    Baca juga : Radin Inten Bisa Jadi Hub Udara

    Tags: #InovasiAgrikultur#LampungMaju#PertanianDigital#RadityoEgiPratama#SmartFarmingLampung
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    GTRA Banyuasin Gaspol Sertifikasi Tanah, Full Verifikasi

    Next Post

    BPN Kota Bima: Hantaru Wujudkan Reformasi Agraria

    Related Posts

    Pupuk Organik Cair Lampung: Inovasi Gubernur Mirza Dorong Petani Makmur
    Ekonomi

    Pupuk Organik Cair Lampung: Inovasi Gubernur Mirza Dorong Petani Makmur

    30/03/2026
    ACC Perkuat Komitmen Dukung Pengusaha Ekspedisi di Lampung Lewat ACC Danaku
    Ekonomi

    ACC Perkuat Komitmen Dukung Pengusaha Ekspedisi di Lampung Lewat ACC Danaku

    27/03/2026
    Jaga Daya Beli di Bulan Suci, KORPRI Lampung Hadirkan Pasar Murah dan Rangkul 62 UMKM
    Ekonomi

    Jaga Daya Beli di Bulan Suci, KORPRI Lampung Hadirkan Pasar Murah dan Rangkul 62 UMKM

    11/03/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • ACC Perkuat Komitmen Dukung Pengusaha Ekspedisi di Lampung Lewat ACC Danaku

      ACC Perkuat Komitmen Dukung Pengusaha Ekspedisi di Lampung Lewat ACC Danaku

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Pupuk Organik Cair Lampung: Inovasi Gubernur Mirza Dorong Petani Makmur

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Polisi Tangkap Pelaku Kasus Pembunuhan di Bumi Nabung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Dipalak Saat Daftar Sekolah? Ombudsman Lampung Buka Jalur Cepat, Adukan di Sini!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Membangkitkan Pariwisata Lampung: Solusi Nyata untuk 3 Kendala Klasik

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kantah Kabupaten Banyuasin Lantik Satgas Sertifikasi Tanah

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved