Lappung – KONI Provinsi Lampung memasang standar tinggi dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri II yang dijadwalkan berlangsung di Manado, Sulawesi Utara, pada Agustus mendatang.
Tak ingin sekadar menjadi partisipan, KONI Lampung menerapkan seleksi berlapis guna memastikan hanya atlet bermental juara yang diberangkatkan.
Baca juga : Sumbang Perak dan Perunggu di SEA Games, Ketua KONI Lampung: Jangan Jumawa
Wakil Ketua Umum II KONI Lampung, Riagus Ria, menegaskan bahwa pihaknya mengubah orientasi pengiriman kontingen.
Kuantitas tidak lagi menjadi prioritas utama, melainkan kualitas atlet yang berpotensi menyumbang medali dan memperbaiki peringkat Lampung di kancah nasional.
“Prinsipnya jelas, atlet yang kami berangkatkan harus benar-benar berkualitas. Kita tidak mau hanya datang sebagai penggembira.
“Targetnya adalah membawa pulang medali dan memperbaiki peringkat dibanding PON sebelumnya,” tegas Riagus, Rabu, 14 Januari 2026.
Demi merealisasikan target tersebut, KONI Lampung memberlakukan saringan ketat.
Para atlet harus melewati serangkaian tes fisik tahap pertama dan kedua.
Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapan stamina dan performa atlet sebelum diterjunkan ke arena pertandingan yang kompetitif.
7 Cabor
Pada ajang multievent khusus bela diri ini, Provinsi Lampung dipastikan turun di 7 dari total 8 cabang olahraga yang dipertandingkan.
Baca juga : Lampung-Banten Setor Rp1 Miliar untuk Bidding PON 2032
Ketujuh cabor tersebut meliputi anggar, kick boxing, hapkido, muaythai, bela diri campuran (MMA), kurash, dan tinju.
Riagus menjelaskan, Lampung absen di 1 cabang olahraga, yakni yongmoodo.
“Lampung hanya mengikuti tujuh cabor karena kita belum memiliki kepengurusan atau atlet untuk yongmoodo,” paparnya.
Kebijakan seleksi ketat ini mendapat respons positif dari pengurus cabang olahraga.
Mira Daniaty, perwakilan cabor anggar Lampung, menilai langkah koordinasi dan kejelasan tahapan seleksi ini sangat krusial bagi persiapan tim di lapangan.
Meski dihadapkan pada tantangan keterbatasan fasilitas latihan, Mira memastikan para atlet anggar tetap menjaga intensitas latihan.
Pihaknya menjadikan hasil kejuaraan nasional (Kejurnas) sebagai tolok ukur utama dalam menyeleksi atlet yang layak masuk tim inti.
“Dukungan dan kejelasan dari KONI sangat membantu kami. Walau fasilitas terbatas, kami terus mematangkan kemampuan atlet agar fokus tidak berkurang.
“Harapannya, dengan persiapan yang terukur ini, atlet bisa tampil lebih percaya diri dan siap tempur di Manado nanti,” ujar Mira.
Baca juga : Vina Hasan Sabet Emas PON Beladiri, Harumkan Lampung di Kancah Nasional
