Lappung – Tekad baja owner Ummika bisinis dari Rp300 ribu kini jadi juragan kafe dan resto.
Sebuah kisah inspiratif datang dari Pringsewu, Lampung, yang membuktikan bahwa tekad kuat dan kerja keras dapat mengubah modal minim menjadi bisnis yang tak hanya sukses, namun juga membuka lapangan kerja.
Baca juga : Anak Tertinggal di Rest Area Tol Sumatera, Keluarga Baru Sadar 29 KM Kemudian
Adalah Amsong, sang owner, sosok di balik berdirinya Ummika Caffe dan Resto, yang memulai usahanya benar-benar dari nol hingga kini mampu memberdayakan belasan karyawan.
Perjalanan bisnis Ummika Caffe dan Resto dimulai pada tahun 2020 dengan modal awal yang sangat terbatas, hanya Rp300 ribu.
Sang owner memulai usaha kuliner ini tanpa dukungan dana dari orang tua.
Demi menambah modal untuk membeli bahan baku, ia bahkan rela menjual handphone pribadinya.
Usaha ini dirintis dari skala kecil di pinggir jalan, dengan sang owner meracik kopi dan menyiapkan menu sendiri.
“Ada masa di mana saya harus menahan lapar demi beli bahan baku. Tapi saya percaya, asal konsisten, pasti ada jalan,” kenang dia, menceritakan masa-masa awal perjuangannya, Kamis, 15 Mei 2025.
Baca juga : Kakek 93 Tahun di Lampung Selatan Bertahan Hidup dalam Keterbatasan
Keyakinan tersebut menjadi bahan bakar utama dalam menghadapi berbagai tantangan.
Lambat laun, cita rasa khas menu rumahan dan pelayanan yang ramah mulai menarik perhatian pelanggan.
Pemanfaatan media sosial untuk promosi serta testimoni positif dari pelanggan turut mempercepat pertumbuhan usaha ini.
Kini, Ummika Caffe dan Resto tidak hanya bertahan, melainkan telah berkembang dengan membuka beberapa cabang dan menjadi salah satu destinasi kuliner serta tempat nongkrong favorit di Pringsewu.
Ummika Caffe dan Resto dikenal luas dengan beragam menu andalannya, khususnya olahan seafood segar seperti Ikan Bekre, Ikan Simba, Kakap Merah, Ikan Sebelah, Ikan Raja Ganteng, Cumi, dan Udang.
Selain itu, tersedia pula pilihan ikan air tawar seperti gurame, nila, dan lele, serta berbagai menu pelengkap lainnya.
Lebih dari sekadar mengembangkan bisnis, sang pemilik juga memiliki komitmen kuat untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Saat ini, Ummika Caffe dan Resto telah mempekerjakan 12 orang karyawan, baik yang berstatus tetap maupun lepas.
Baca juga : Nelayan Kampung Cabang Lamteng: Berjuang di Tengah Limbah dan Ilegalitas
Mayoritas karyawan tersebut adalah anak muda lokal yang sebelumnya menghadapi kesulitan mendapatkan pekerjaan.
“Saya ingin bisnis ini jadi berkah, bukan cuma untuk saya, tapi juga untuk orang lain,” ujar dia.
Tekad Baja Owner Ummika: Dari Rp300 Ribu, Jadi Juragan Kafe dan Resto
Kisah sukses owner Ummika Caffe dan Resto menjadi pengingat bahwa keterbatasan modal bukanlah penghalang utama untuk meraih mimpi.
Dengan niat baik, tekad baja, konsistensi, dan keberanian untuk memulai, sebuah ide kecil dapat tumbuh menjadi bisnis yang tak hanya menguntungkan.
Tetapi juga mampu membuka pintu rezeki bagi orang lain dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar.
Baca juga : Usai Sungkeman, Pengantin Wanita di Tanggamus Lampung Meninggal Dunia
