Arinal menjelaskan, bahwa UMKM di Lampung merupakan salah satu usaha yang dapat bertahan disaat krisis ekonomi.
Provinsi Lampung melalui sektor UMKM, kata Arinal, bahkan masih mampu melakukan ekspor.
Menurut data Kementerian Koperasi dan UMKM, saat ini pelaku UMKM di tanah air mencapai 60 juta.
Yang sampai kini terus bertambah seiring dengan kemajuan teknologi maupun potensi sumber daya yang semakin berkembang.
Demikian juga dengan pertumbuhan UMKM di Provinsi Lampung, per 31 Desember berjumlah 192.234 UMKM.
Jumlah itu mengalami peningkatan sebesar 41.232 UMKM dari data tahun 2021 yang berjumlah 150.969 UMKM.
Berdasarkan data tersebutlah memerlukan penguatan UMKM dan kewirausahaan.
Hal ini penting mengingat UMKM menjadi penggerak ekonomi dan menjadi penyerap tenaga kerja yang paling efektif di Indonesia.
“Oleh karena itu saya tetap berharap kepada pihak perbankan untuk bersama-sama mendorong.
“Nanti kita bahas secara bersama, saya juga sangat berharap kepada para pengusaha untuk membuat anak-anak asuh UMKM.
“Alhamdulillah, saat ini kita juga akan menyaksikan pelepasan ekspor produk UMKM Lampung hasil binaan Kementerian Keuangan.
“Karena mampu menembus pasar internasional ke beberapa negara baik Malaysia, Belanda, Singapura dan Taiwan,” papar Arinal.





Lappung Media Network