Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Gaya Hidup » 1 September di Lampung

    1 September di Lampung

    by Irjen
    01/09/2025
    in Gaya Hidup
    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Puisi “1 September di Lampung” menggambarkan sebuah peristiwa aksi damai yang terjadi di Bandarlampung.

    Penulis melukiskan suasana di mana ribuan orang dari berbagai kalangan, rakyat kecil, mahasiswa, bahkan TNI dan Polri, berkumpul menjadi satu.

    Baca juga : Aku Terus Menorehkan Kata

    Fokus utama puisi ini adalah pesan bahwa aksi tersebut bukanlah didasari oleh amarah atau keinginan untuk menciptakan kekacauan, melainkan oleh harapan tulus untuk menyuarakan aspirasi.

    Penulis menekankan niat konstruktif dari para peserta aksi, yakni bukan untuk meruntuhkan, tapi untuk membangun negeri.

    Suasana yang digambarkan sangat idealis, di mana semua elemen bangsa berdiri di halaman demokrasi yang sama untuk menuntut kejujuran dan keadilan.

    Lebih dalam, puisi ini merefleksikan sebuah cita-cita tentang bagaimana demokrasi seharusnya berjalan.

    Penulis menggunakan metafora yang menyejukkan, seperti aspirasi yang diibaratkan doa yang mengalun dan suara rakyat yang tak pernah lahir dari kebencian.

    Hal ini menunjukkan sebuah harapan besar agar penyampaian pendapat di ruang publik dapat berlangsung dengan damai dan terhormat.

    Baca juga : Untuk Affan Kurniawan, Yang Terbaring di Aspal Jakarta

    Sebagai seorang Eksponen 98, penulis seolah membandingkan semangat reformasi di masa lalu dengan visinya untuk masa depan.

    Ia berharap Lampung dapat menjadi teladan dalam menyulam damai dan peristiwa 1 September ini akan dikenang bukan sebagai hari konflik, melainkan sebagai hari di mana demokrasi Indonesia dapat bernafas dengan sejuk.

    1 September di Lampung

     

    Di bawah langit Bandar Lampung,

    ribuan langkah menyatu dalam derap suara,

    bukan amarah yang ingin dirawat,

    melainkan harapan yang ingin disuarakan.

     

    Kawat berduri tak lebih dari garis pengingat,

    bahwa perbedaan tak harus menyalakan api,

    bahwa aspirasi bisa lahir dengan teduh,

    seperti doa yang mengalun di antara megafon.

     

    Aku melihat wajah muda penuh semangat,

    membawa tulisan dengan tinta nurani,

    bukan untuk meruntuhkan,

    tapi untuk membangun negeri.

     

    Rakyat kecil, Mahasiswa, TNI dan Polri

    berdiri dalam satu halaman yang sama,

    halaman demokrasi,

    yang menuntut kejujuran dan keadilan.

     

    Wahai Lampung, tanah sayangku,

    jadilah teladan dalam menyulam damai,

    sebab suara rakyat adalah doa,

    dan doa tak pernah lahir dari kebencian.

     

    Biarlah 1 September dikenang,

    bukan sebagai hari luka,

    tetapi sebagai hari ketika

    jalan-jalan dipenuhi harapan,

    dan demokrasi kita bernafas dengan sejuk.

     

    Sumur Batu, 1 September 2025

     

    Mahendra Utama

    Eksponen 98

    Baca juga : Menyerap Cahaya Ponpes Hingga Menjaga Marwah Pulau-pulau Nusantara

    Tags: Aksi Damai LampungBandarlampungBerita Lampung 1 September 2025Demokrasi SejukEksponen 98HarapanKeadilanLampungMahasiswaMahendra Utamamakna puisiPuisi 1 September di LampungPuisi DemokrasiSajak PerjuanganSastra IndonesiaSuara Rakyat
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Ferdinan Adinoto: Layanan Peralihan Hak Tanah Elektronik Komitmen BPN Palangka Raya

    Next Post

    Cegah Sebar Penyakit, Karantina Lampung Bakar 3,9 Ton Daging Ayam dan Jeroan Busuk

    Related Posts

    Gaya Hidup

    Panduan Lengkap Investasi Reksadana untuk Pemula: Mengenal Tentang Investasi Reksadana

    13/06/2026
    Gaya Hidup

    5 Panduan Memilih Asuransi Jiwa yang Tepat: Tips Perlindungan Optimal

    09/06/2026
    Gaya Hidup

    John Herdman Patahkan Kutukan 38 Tahun

    06/06/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Bioetanol Lampung, Kolaborasi Pertamina Toyota PTPN Dongkrak Ekonomi Daerah

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Keuntungan Perusahaan Besar Atas Regulasi Pembatasan Ayam

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Dampak Positif Regulasi Ayam Hidup Bagi Peternak Rakyat

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Pemerintah Provinsi Lampung Kembali Raih Opini WTP ke-12 Kali Berturut-turut dari BPK RI

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Lampung Bisa Contoh Sukses Jabar Ekspor Ayam Karkas Bernilai Tinggi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Potensi Emas Hijau: Udang Galah Rawa Jitu dan Mesuji Timur Melambung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version