Lappung – 13 kecamatan di Kota Bandarlampung mulai alami krisis air bersih dampak kekeringan akibat El Nino.
Fenomena iklim El Nino yang sedang melanda Indonesia telah memberikan dampak yang signifikan pada wilayah Bandarlampung.
Baca juga : Harga Beras Dorong Inflasi di Provinsi Lampung
Kekeringan yang semakin parah telah menyebar hingga ke 13 kecamatan, mengancam pasokan air bersih bagi masyarakat di Kota Tapis Berseri.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandarlampung pun telah bekerja keras untuk mengatasi krisis ini.
Salah satunya dengan menyalurkan lebih dari 600.000 liter air bersih kepada masyarakat yang terdampak.
Tercatat, sejak bulan Agustus hingga saat ini, Bandarlampung dan sekitarnya telah mengalami cuaca yang sangat panas dan minimnya curah hujan, yang merupakan karakteristik dari fenomena iklim El Nino.
Hal ini telah menyebabkan sumber-sumber air, seperti sungai dan sumur, mengalami penurunan drastis dalam debit airnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bandarlampung, Gustriansyah, mengkonfirmasi soal dampak kekeringan ini.
Baca juga : Ancaman El Nino, Lampung Penyangga Pasokan Pangan Nasional
Ia menyebut, kekeringan yang melanda Bandarlampung akibat El Nino telah menjadi masalah serius bagi masyarakat di wilayah ini.
“Banyak warga yang kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk minum, mandi, dan memasak,” ujar dia, Jumat, 15 September 2023.
Pemkot Bandarlampung melalui BPBD, sambungnya, telah mengambil langkah-langkah konkret untuk membantu masyarakat yang terdampak oleh kekeringan ini.
Salah satu upaya terbesar adalah penyediaan air bersih.
Hingga saat ini, jelas Gustriansyah, BPBD telah berhasil mendistribusikan lebih dari 600.000 liter air bersih ke berbagai titik di 13 kecamatan yang paling terkena dampak.
“Pendistribusian air ini dilakukan dengan menggunakan truk tangki dan dibagikan kepada warga secara gratis,” ungkapnya.
Selain itu, BPBD juga telah menggelar penyuluhan tentang penghematan air kepada masyarakat.
Pihaknya mendorong warga untuk lebih bijak dalam menggunakan air sehari-hari.
Baca juga : BMKG: Lampung Terdampak El Nino
Sementara, salah satu warga Bandarlampung yang terdampak sangat mengapresiasi upaya BPBD.
Salah satunya Siti Rahayu, seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Sukarame.
“Kami sangat berterima kasih kepada BPBD atas bantuan air bersih ini. Kondisi kekeringan benar-benar membuat kami khawatir. Semoga cuaca segera membaik,” harap Siti.
Diketahui, dari 20 kecamatan, ada 13 Kecamatan di Bandarlampung yang mengalami krisis air bersih.
Yakni, Sukabumi, Sukarame, Kemiling, Kedamaian, Bumi Waras, Tanjung Senang, Telukbetung Timur.
Telukbetung Barat, Telukbetung Utara, Enggal, Way Halim, Tanjungkarang Barat, dan Kecamatan Langkapura.
Kondisi cuaca yang tak menentu dan perubahan iklim yang semakin ekstrem menunjukkan perlunya tindakan lebih lanjut dalam penanganan bencana alam seperti kekeringan ini.
BPBD dan pemerintah setempat terus berkoordinasi untuk memastikan bantuan dan dukungan yang lebih lanjut tersedia bagi warga yang membutuhkan selama periode kekeringan ini berlanjut.
Kekeringan yang melanda Bandarlampung merupakan peringatan serius tentang urgensi dalam menjaga sumber daya air dan mempersiapkan diri untuk menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin nyata.
Dalam situasi ini, kerja sama antara pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk mengatasi krisis air bersih ini dan melindungi kesejahteraan warga.
Baca juga : Puso Petani Tubaba Replant
