Lappung – 3 pawang gajah dari Pesisir Barat turun tangan atasi konflik satwa di Tanggamus.
Konflik antara manusia dan satwa liar kembali terjadi di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.
Baca juga : Gajah Liar Kembali Mengamuk, 7 Rumah di Tanggamus Porak Poranda
Kali ini, kawanan gajah liar menyerang permukiman warga di Kecamatan Bandar Negeri Semuong, mengakibatkan kerusakan dan korban jiwa.
Untuk mengatasi hal tersebut, jajaran Forkompinda Tanggamus mengambil langkah cepat dengan mendatangkan 3 pawang gajah atau mahot dari Kabupaten Pesisir Barat.
Ketiga pawang tersebut akan bertugas menggiring kawanan gajah liar kembali ke habitatnya di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).
Langkah ini merupakan hasil rapat koordinasi penanganan konflik satwa liar yang digelar di Mako Polres Tanggamus pada Kamis, 2 Januari 2025.
Hancurkan Rumah dan Tewaskan Warga
Kejadian ini menjadi perhatian serius setelah kawanan gajah liar menghancurkan tujuh rumah semi permanen milik warga di Blok 4 Reg 39, Bandar Negeri Semuong.
Baca juga : Tragis! Anak Gajah Way Kambas Mati dengan Perut Dipenuhi Cacing
Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden terbaru ini, warga sempat panik dan berlarian menyelamatkan diri.
Namun, tragedi sebelumnya pada 30 Desember 2024 telah meninggalkan luka mendalam.
Seorang warga bernama Suarni (63) tewas setelah rumahnya diserang kawanan gajah liar di Pekon Gunung Doh.
Video amatir yang merekam dampak serangan tersebut sempat viral di media sosial, memicu perhatian publik terhadap konflik yang berulang ini.
Konflik dan Upaya Solusi
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Umi Fadillah Astutik, menjelaskan bahwa konflik ini terjadi karena menyempitnya habitat gajah liar akibat aktivitas manusia.
“Kawanan gajah liar ini akan digiring masuk ke dalam hutan TNBBS dengan bantuan 3 pawang dari Pesisir Barat,” ujarnya, Jumat, 3 Januari 2025. .
Ia juga menambahkan bahwa masyarakat diminta bekerja sama dalam proses evakuasi gajah liar tersebut.
Baca juga : Pemakaman Umum di Lampung Barat Hancur Akibat Amukan Kawanan Gajah Liar
“Seluruh stakeholder telah sepakat memberikan himbauan kepada warga di area pemukiman, khususnya daerah yang akan dilewati jalur evakuasi, agar tidak melakukan hambatan.
“Sehingga tidak mengganggu proses pengiringan gajah,” kata Kombes Umi.
3 Pawang Gajah dari Pesisir Barat Turun Tangan Atasi Konflik Satwa di Tanggamus
Kawasan Bandar Negeri Semuong yang berbatasan langsung dengan TNBBS memang kerap menjadi lokasi konflik manusia dan satwa liar.
Warga berharap upaya ini dapat memberikan solusi jangka panjang agar mereka tidak terus hidup dalam ketakutan.
Sementara itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung menekankan perlunya pendekatan konservasi yang lebih serius untuk menjaga habitat gajah liar tetap aman.
Langkah ini dianggap penting untuk mengurangi potensi konflik serupa di masa depan.
Dengan kehadiran 3 pawang gajah yang berpengalaman, diharapkan proses penggiringan kawanan gajah ini dapat berjalan lancar.
Namun, keberhasilan upaya ini sangat bergantung pada dukungan dan kesadaran semua pihak, terutama masyarakat setempat.
Baca juga : Kawanan Gajah Liar Hancurkan 15 Rumah di Lampung Barat
